linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: BMKG Persiapkan Ekspedisi Investigasi Fenomena Kegempaan di Zona Megathrust Indonesia
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > News > BMKG Persiapkan Ekspedisi Investigasi Fenomena Kegempaan di Zona Megathrust Indonesia
News

BMKG Persiapkan Ekspedisi Investigasi Fenomena Kegempaan di Zona Megathrust Indonesia

Arief 22 Mei 2024
Share
waktu baca 2 menit
Bencana Gempa dan Tsunami Megathrust
Bencana Gempa dan Tsunami Megathrust
SHARE

linimassa.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mempersiapkan ekspedisi untuk menginvestigasi fenomena kegempaan di zona megathrust di Indonesia. Penelitian ini akan dilakukan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Zona megathrust adalah area yang menyimpan energi besar, berpotensi memicu gempa dahsyat dan tsunami. Terdapat 13 megathrust di Indonesia, salah satunya di Selat Sunda yang dekat dengan DKI Jakarta.

Megathrust Selat Sunda berpotensi memicu gempa magnitudo 8,7. Selain itu, ada megathrust di Jawa Tengah bagian barat dengan potensi gempa yang sama.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan bahwa penelitian akan mencakup berbagai zona megathrust, termasuk Subduksi Sunda, Subduksi Banda, Subduksi Sulawesi, Subduksi Lempeng Laut Filipina, Lempeng Laut Maluku, dan Subduksi Utara Papua.

“Segala sesuatunya sudah mulai kami persiapkan, Pusat Penelitian, Latihan, dan Pengembangan untuk menyempurnakan model gempa bumi dan tsunami kita,” kata Dwikorita di Jakarta, Minggu (19/05/2024)

Kepala Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramadhani, menyatakan bahwa ekspedisi akan dimulai di Batam, Kepulauan Riau, dan berakhir di Bitung, Sulawesi Utara pada Minggu, 25 Agustus 2024.

Penelitian ini akan dilakukan menggunakan kapal ekspedisi OceanXplorer milik OceanX, organisasi non-profit global dalam bidang eksplorasi laut. OceanX bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) untuk meneliti laut Indonesia.

Para peneliti tidak hanya fokus pada fenomena kegempaan, tetapi juga mengamati interaksi udara dan laut di perairan Indonesia.

Wilayah yang akan diteliti termasuk laut Banda, Selatan Jawa, dan Barat Sumatra, untuk memahami variabel cuaca dan iklim seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan ocean dipole.

BMKG menilai eksplorasi ini sangat penting. Perubahan sirkulasi udara dan laut, letusan gunung berapi, dan faktor lainnya mempengaruhi variabilitas iklim.

Menteri Luhut Binsar Pandjaitan menekankan bahwa baru 19 persen laut Indonesia yang dipetakan, sementara garis pantai mencapai 108 ribu kilometer dan lebih dari 70 persen luas Indonesia adalah perairan. (AR)

Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Terkini

Kantah Kota Tangsel
Sinergi dengan PCNU, Kantah Kota Tangsel Komitmen Percepat Sertipikasi Tanah Wakaf dan Tempat Ibadah
Pemerintahan
Survey Kepuasan Kinerja Andra-Dimyati
Setahun Kepemimpinan, Andra–Dimyati Didorong Tancap Gas Prioritaskan Kesejahteraan dan Pelayanan Publik
News
ASN Lebak
Hari Pertama Penerapan Jam Kerja Ramadan, Sekitar 20 Persen ASN Lebak Belum Tepat Waktu
News
Harga daging sapi
Harga Daging Sapi di Pasar Rau Serang Naik Jadi Rp140 Ribu per Kilogram
News
Tol Cikulur
Sambut Arus Mudik, Tol Cikulur–Cileles Dibuka Sementara Tanpa Tarif
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?