LEBAK, LINIMASSA.ID – Sejumlah warga yang tinggal di Hunian Sementara atau Huntara Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, melakukan aksi bermalam di halaman Kantor Bupati Lebak, Rabu, 14 Januari 2026.
Mereka mendirikan tenda sederhana dari terpal sebagai simbol kondisi hidup yang selama ini dialami.
Aksi warga Huntara Cigobang tersebut merupakan bentuk desakan kepada pemerintah daerah agar segera merealisasikan pembangunan hunian tetap (huntap) yang telah lama dijanjikan.
Sekitar 20 warga ikut serta dalam kegiatan tersebut. Mereka mengaku lelah karena telah enam tahun menetap di hunian darurat tanpa kepastian masa depan.
Salah satu warga Huntara Cigobang, Muhammada Zaenudin, menjelaskan bahwa kegiatan menginap ini sengaja dilakukan sebagai bentuk protes terbuka sekaligus pengingat bagi pemerintah daerah.
“Aksi ini kami lakukan bersama warga Lebakgedong sebagai simbol kehidupan kami selama enam tahun terakhir, tinggal dengan alas dan atap seadanya dari terpal seperti yang sekarang kami dirikan di sini,” ujar Zaenudin saat ditemui di lokasi aksi.
Tidak hanya menyampaikan aspirasi melalui orasi, para warga juga melakukan penggalangan sumbangan. Menurut Zaenudin, langkah tersebut merupakan sindiran terhadap keterbatasan kemampuan anggaran pemerintah daerah dalam merealisasikan pembangunan huntap.
“Penggalangan donasi ini bentuk sindiran juga. Kami menilai pemerintah daerah saat ini belum sanggup mengalokasikan anggaran dari APBD untuk pembangunan hunian tetap,” katanya.
Warga Huntara Cigobang Minta Kejelasan
Ia menambahkan, bantuan yang terkumpul diharapkan bisa menjadi bentuk partisipasi masyarakat Huntara Cigobang dalam meringankan beban pemerintah daerah.
“Setidaknya dari donasi ini, jika ada barang atau bantuan yang terkumpul, bisa sedikit membantu dan menunjukkan bahwa kami juga ikut berupaya,” tambahnya.
Zaenudin menegaskan bahwa warga tidak akan meninggalkan lokasi aksi sebelum ada kejelasan terkait realisasi pembangunan huntap.
“Kami akan tetap bertahan di sini sampai ada kepastian pembangunan. Kami menginap, bersama warga dan dibantu teman-teman mahasiswa,” tegasnya.
Di sisi lain, Asisten Daerah (Asda) II Pemerintah Kabupaten Lebak, Rahmat, menyampaikan bahwa rencana pembangunan hunian tetap Huntara Cigobang masih berada dalam tahap pembahasan internal.
“Prosesnya masih terus dibahas secara intensif. Pemerintah daerah tetap berkomitmen agar pembangunan huntap ini bisa segera terwujud,” ujar Rahmat.
Ia juga menyebutkan bahwa Pemkab Lebak telah menyiapkan lahan seluas beberapa hektare di wilayah Lebakgedong yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak.



