linimassa.id – Meski tidak mengandung daging, baso aci tetap menjadi hidangan mendapatkan tempat di hati masyarakat Indonesia.
Baso aci merupakan sajian hidangan bakso yang diolah menggunakan tepung kanji atau tepung aci tanpa campuran daging giling dilengkapi toping yang beraneka ragam.
Baso aci merupakan hidangan yang berasal dari Garut, kemudian semakin dikembangkan oleh para pengusaha kuliner hingga menyebar ke seluruh Nusantara.
Baso aci biasanya disajikan dengan kuah yang hangat dilengkapi dengan aneka ragam toping. Toping yang biasa digunakan yaitu sukro, cuanki somay, cuanki lidah, baso daging, tulang, ceker, mie, dan taburan jeruk nipis untuk menambah cita rasa kesegaran sajian baso aci.
Asal Mula
Baso aci pertama populer di Garut sejak tahun 2018 lalu, dan semakin dipopulerkan oleh berbagai pengusaha muda dengan sentuhan rasa yang lebih lezat sajiannya yang lebih modern.
Seiring merambahnya bisnis digital, baso aci semakin dikenal dan digemari oleh masyarakat Indonesia hingga saat ini.
Awalnya, baso aci disajikan dengan tampilan sederhana dan polos saja, lalu dimodifikasi dengan tampilan yang lebih modern dan aneka toping yang beragam yang menambah cita rasa baso aci semakin gurih dan nikmat.
Makin menjamurnya pedagang baso aci di berbagai kota, warga Jawa Barat menjualnya via online, dengan kemasan siap saji. Maka tak heran, jika baso aci kini mudah didapat dimana-mana.
Baso yang terkenal dengan teksturnya yang kenyal ini berdasarkan dari berbagai sumber, sebenarnya sudah ada sejak abad ke-19 silam. Kala itu, baso aci merupakan olahan pangan yang dibuat masyarakat di tanah Priangan Timur.
Dulu baso dibuat ketika orang-orang Sunda tidak bisa makan nasi. Dahulu, baso aci masih bernama cilok. Terbuat dari aci, yang diisi daging cincang.
Baso aci ini disajikan dengan kaldu dari sapi, atau ayam. Karena bahan baku yang murah dan mudah didapatkan, kala itu baso aci menjadi alternatif makanan berat yang bisa disantap jika tak ada nasi.
Namun biasa disajikan sebagai lauk untuk nasi, seperti sup.
Singkat cerita, sejak saat itu kemudian cilok yang kini dikenal menjadi baso aci, eksis di kalangan masyarakat. Meskipun, saat ini, bakso aci dan cilok, merupakan dua makanan yang berbeda.
Rumahan
Baso aci kemudian menjadi salah satu makanan berat yang disukai masyarakat di tanah Sunda. Dari dulu hingga sekarang, baso aci biasa dibuat di rumah, hingga disajikan untuk menjamu tamu yang datang.
Barulah dalam beberapa waktu terakhir, baso aci menjelma jadi kuliner yang dijual luas, dan diminati berbagai kalangan, tak hanya masyarakat di Pasundan.
Hal itu terjadi, usai banyak pedagang yang menjual baso aci dengan berbagai cara, ke berbagai daerah, bahkan hingga ke luar negeri.
Mulai tahun 2000-an, sudah banyak (pedagang) yang memakai packaging. Jadi, yang tadinya baso aci itu cuman isinya abon, atau sinti, sekarang banyak variannya. Mulai dari daging cincang, tulang lunak, dan mercon.
Didorong dengan berbagai penelitian yang dilakukan kalangan akademisi, Tripariyanto (2021), menyatakan jika media sosial membawa dampak yang signifikan terhadap eksistensi bakso aci di Indonesia.
Permintaan konsumen yang meningkat terhadap baso aci, berawal dari media sosial dan promosi antar teman, sehingga banyak masyarakat yang penasaran kepada baso aci.
Perbedaan
Meski sama-sama mirip, baso aci dan cilok kuah memiliki perbedaan. Terutama pada rasa dan cara penyajiannya. Cilok kuah memiliki cita rasa kuah yang gurih dan kuat dengan aroma kencurnya.
Jika berkunjung ke Garut, banyak warung baso aci yang juga menawarkan jajanan khas Jawa Barat yang wajib dinikmati ini.
Ada beberapa rekomendasi warung baso aci yang mudah kamu temukan di internet atau media sosial. Hanya saja, tentu dengan menawarkan semangkuk baso aci yang lezat dan kuah nikmat, pengunjung harus sabar mengantre.
Kuliner terlaris ini tentu tak hanya bisa dinikmati di Jawa Barat. Baso aci telah diproduksi ke ranah pasar nasional.
Banyak pengusaha kuliner dari berbagai daerah yang mulai meracik dan menjajakan baso aci ini dengan berbagai inovasi dari penyajian, cita rasa, dan kemasannya yang beragam.
Penggemar baso aci, tentu sudah kenal cita rasa kuahnya yang gurih dan asam. Kuah menjadi komponen penting untuk menambah kesegaran saat menyantap baso aci.
Bahan-bahan kuah baso aci terdiri dari air, bumbu, rempah, garam, kaldu, ebi, dan daun jeruk yang diracik sempurna menjadi kuah yang segar mengguyur tenggorokan. Agar makin sedap, biasanya kuah baso aci diberi perasan jeruk limau atau jeruk nipis yang menyegarkan.
Satu hal lagi yang tidak boleh ketinggalan di dalam mangkuk baso aci. Ya, tentu sambal yang jadi teman wajib hampir semua kuliner berkuah gurih. Kamu bisa memilih sambal favorit kamu untuk dituangkan dalam semangkok baso aci. (Hilal)



