SERANG, LINIMASSA.ID – Badan Pendapatan Daerah atau Bapenda Banten menyiapkan sebanyak 34 ribu hadiah langsung bagi masyarakat yang melakukan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
Hadiah tersebut akan diberikan tanpa mekanisme undian, semua akan diberikan kepada siapa saja yang melakukan pembayaran pajak kerdaraan.
Kepala Bapenda Banten, Rd Berly Rizki Natakusumah, menyampaikan bahwa program ini ditujukan sebagai bentuk apresiasi kepada wajib pajak yang taat membayar kewajibannya tanpa memiliki tunggakan.
“Kami menyediakan hadiah yang bisa langsung diterima oleh wajib pajak yang membayar PKB tepat waktu,” ujar Berly.
Pada tahun 2026, Bapenda Banten menegaskan akan lebih menitikberatkan pada pemberian penghargaan bagi masyarakat yang patuh pajak. Ia memastikan tidak ada lagi kebijakan penghapusan pokok maupun denda pajak kendaraan bermotor.
“Fokus kami adalah memberikan apresiasi, bukan lagi pembebasan pokok dan denda,” tegasnya.
Menurut Berly, langkah ini diharapkan mampu mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak.
Bapenda Banten Permudah Akses Layanan
Selain itu, Bapenda Banten juga akan memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota, khususnya dalam hal pendataan, penagihan PKB, serta mempermudah akses layanan pembayaran pajak bagi masyarakat.
“Kami juga mengoptimalkan pemungutan pajak alat berat dan mineral bukan logam dan batuan (MBLB) dengan dukungan pemerintah kabupaten/kota, Dinas ESDM Provinsi, serta Disnakertrans,” jelasnya.
Tak hanya itu, Bapenda Banten berencana melakukan optimalisasi pemungutan pajak baru, termasuk pajak kendaraan di atas air. Evaluasi terhadap tarif pajak air permukaan serta pencarian potensi pajak baru juga akan dilakukan.
Berly menambahkan, pihaknya akan meninjau kembali besaran tarif retribusi daerah yang nantinya disesuaikan melalui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
“Kami juga mendorong optimalisasi pemanfaatan aset daerah agar dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap pendapatan daerah,” pungkasnya.



