SERANG, LINIMASSA.ID – Areal makam di Masjid Agung Banten Lama, tepatnya sekitar Makam Sultan Maulana Hasanuddin Banten terendam banjir, Jumat 2 Januari 2025.
Persitiwa ini terekam dalam video yang berseliweran di media sosial maupun grup WhatsApp warga dan relawan kebencanaan.
Banjir diduga dipicu oleh hujan lebat dengan intensitas tinggi di Kota/Kabupaten Serang dan Cilegon sejak Kami 1 Januari malam hingga jumat 2 Januari 2025 malam.
Akibatnya, komplek pemakaman kesultanan Banten di kawasan Banten lama terendam banjir hingga ke dalam tempat penziarahan.
Dalam video yang beredar, tampak sejumlah peziarah berupaya menghindari genangan air yang mengalir masuk ke dalam areal makam.
Akibat banjir yang masuk ke dalam kompleks pemakaman ini, aktivitas ziarah para peziarah dari berbagai daerah di Indonesia pun kemungkinan dihentikan sementara.
Hal ini dilakukan hingga air banjir yang menggenangi kawasan pemakanan Masjid Agung Banten surut, sehingga peziarah bisa kembali melakukan aktivitas ziarah dengan nyaman.
Areal Makam di Masjid Agung Banten Banjir pada 2022
Peristiwa banjir yang menggenangi kawasan bersejarah Masjid Agung Banten di Kecamatan Kasemen, Kota Serang ini juga sempat terjadi pada Maret 2022.
Banjir yang terjadi pada saat itu disebabkan oleh meluapkan aliran Sungai Cibanten yang lokasinya tak jauh dari kawasan Masjid Agung Banten.
Akibatnya, banjir terjadi dengan ketinggian air mencapai 1 meter. Pemerintah Kota Serang pun menerjunkan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan evakuasi warga.
Evakuasi dilakukan khusus bagi warga yang terdampak banjir paling parah, yang lokasinya tepat di belakang kawasan Masjid Agung Banten.
Banjir merendam kawasan Masjid Agung Banten mulai dari pintu masuk utama, Terminal Banten Lama, hingga ke Kawasan Keraton Surosowan.



