LINIMASSA.ID – Baru-baru ini, komika Arafah Rianti menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah mengunggah foto dirinya dengan mata berkaca-kaca, yang disertai caption “Dilabrak tetangga karena punya 3 mobil.”
Alih-alih menuai simpati, banyak netizen justru memberikan nasihat serta kritik atas permasalahan yang dialami Arafah. Mereka menyoroti etika kepemilikan kendaraan dan cara parkir di lingkungan perumahan yang terbatas.
Arafah mengaku kaget dan sedih, karena pengalaman ini menjadi pertama kalinya dia dilabrak oleh lima orang tetangganya, yang semuanya pria.
Dalam video yang diunggah Halda Rianta di Instagram Story, Arafah terlihat sedih setelah kejadian dirinya dilabrak karena tetangga merasa keberatan dengan keberadaan tiga mobil miliknya yang diparkir di sekitar rumah.
Meski begitu, ia merasa bahwa parkir mobilnya tidak mengganggu karena ditempatkan di area jalanan yang jarang dilalui.

Di akun media sosialnya, Arafah menegaskan bahwa mobil-mobil tersebut tidak sepenuhnya menghalangi jalan.
Ia menyebut bahwa tidak hanya mobilnya yang diparkir di jalanan, karena tetangga lainnya juga memanfaatkan ruang yang sama.
Dalam sebuah tanggapan komentar, Arafah menjelaskan, “Maksudnya, ini bukan jalan besar yang ramai lalu lalang, tapi memang jalanan di sekitar rumah yang sepi. Di samping rumahku pun banyak yang parkir di jalanan, dan biasanya nggak ada masalah.”
Namun, unggahan tersebut memicu banyak netizen untuk menasihatinya mengenai etika parkir dan kepemilikan kendaraan di lingkungan perumahan.
Arafah Dikritik Netizen

Beberapa netizen berpendapat bahwa tindakan parkir di jalan umum, apalagi tanpa memiliki garasi pribadi, dianggap kurang bijaksana dan tidak menghormati ruang bersama.
Seorang netizen dengan akun @blacvorest, menulis di platform X (dulu dikenal sebagai Twitter), “Kalau punya mobil tiga tapi nggak ada garasi pribadi, ya jelas ganggu tetangga karena parkir di jalanan itu ngerebut space, bikin jalan makin sempit, dan bisa ganggu buat yang lewat. Bukan soal jumlah mobilnya, tapi bagaimana cara parkirnya.”
Banyak pula yang menambahkan bahwa aturan tidak tertulis soal parkir memang sebaiknya dihormati demi kenyamanan bersama.
“Mau lalu lintasnya ramai atau tidak, parkir di jalan umum tetap saja bisa menimbulkan masalah. Wajar saja jika tetangga merasa tidak nyaman,” tulis akun @ratihsrrp.
Beberapa netizen bahkan menyarankan agar pemilik kendaraan mempertimbangkan untuk menyewa lahan parkir atau membuat garasi, terutama jika jumlah kendaraannya melebihi kapasitas halaman rumah.
Menanggapi kontroversi tersebut, Arafah kembali mengunggah klarifikasi bahwa sebenarnya ia tidak bermaksud menimbulkan masalah bagi tetangganya.

Ia hanya merasa bingung mengapa parkir mobil yang selama ini dianggap wajar tiba-tiba menjadi masalah yang besar.
Arafah bahkan menyatakan niatnya untuk membagikan video lengkap tentang situasi di sekitar rumahnya agar publik memahami konteks yang lebih jelas. “Aku mau spill video fullnya tapi nanti aja,” tulisnya dalam unggahan terbaru di Instagram.
Ia berharap video tersebut dapat menjelaskan bahwa parkir mobilnya tidak sepenuhnya menghalangi akses tetangga.
Di unggahan terbaru, Arafah juga menyatakan niat untuk mencari jalan tengah dengan para tetangganya agar masalah ini tidak berlarut-larut.
Ia merasa penting untuk menjaga hubungan baik dengan lingkungan sekitar dan menghindari konflik yang bisa memengaruhi kenyamanannya tinggal di lingkungan tersebut.
Peristiwa ini menjadi bahan pembelajaran bagi banyak pihak terkait kepemilikan kendaraan di lingkungan perumahan. Netizen menyarankan pentingnya kesadaran akan kebutuhan ruang bersama, terutama dalam hal parkir, yang dapat mempengaruhi kenyamanan semua pihak.



