linimassa.id – Saat ini keberadaan susu formula sangat dibutuhkan di hamper seluruh penjuru bumi. Banyak bayi dan anak-anak mengonsumsi susu formula sebagai pengganti ASI (air susu ibu). Apakah itu sebanding?
Susu formula merupakan produk pangan pengganti air susu ibu (ASI) yang dibuat dan dirancang khusus untuk memberi nutrisi pada bayi usia di bawah 12 bulan.
Susu formula biasanya berbentuk bubuk (dilarutkan dengan air) atau cair (dengan atau tanpa tambahan air), kemudian disiapkan dalam botol susu untuk bayi.
Susu formula dapat dibuat dari susu sapi atau susu kedelai dan komposisinya dirancang sehingga memiliki kandungan nutrisi serupa dengan ASI.
Bahan baku susu formula biasanya meliputi whey dan kasein susu murni sebagai sumber protein, campuran minyak nabati sebagai sumber lemak, laktosa sebagai sumber karbohidrat, campuran vitamin dan mineral, dan bahan-bahan lainnya sesuai produsen susu.[3]
Asal Mula
Susu formula dibuat pertama kali pada abad ke-19 oleh seorang ahli kimia Jerman bernama Von Liebig dan mulai dipasarkan pada tahun 1867. Susu formula ini dibuat dari campuran susu sapi, tepung terigu, dan tepung malt.
Campuran ini dimasak dengan sedikit kalium dan karbohidrat untuk mengurangi rasa asam. Setelah itu, perkembangan susu formula sangat pesat dan semakin sempurna dari waktu ke waktu.
Latar belakang pembuatan susu formula ialah banyaknya ibu-ibu yang tidak dapat atau tidak mampu menyusui bayinya secara penuh. Alasannya mungkin karena si Ibu terinfeksi HIV/AIDS sehingga dikhawatirkan bayinya akan tertular setelah minum ASI atau juga karena si Ibu sebagai wanita karier yang sibuk sehingga mengharuskan bayinya mendapat tambahan susu formula atau makanan bayi lainnya.
Cara modern pembuatan susu formula dimulai tahun 1915 yang menghasilkan pembuatan susu formula dengan kandungan lemak hampir mendekati ASI.
Susu formula ini mengandung 4,6% lemak, 6,5% karbohidrat, dan 0,9% protein. Saat ini susu formula mempunyai rasa yang bervariasi. Susu formula yang beredar saat ini umumnya terdiri dari campuran emulsi lemak, protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral.
Bahan utamanya pun tidak harus susu sapi, tetapi dapat pula dari kedelai atau dari protein hidrolisa. Susu formula dari susu sapi menggunakan susu sapi yang terbebas dari kandungan lemak. Susu formula juga ditambahkan minyak tumbuh-tumbuhan untuk menyediakan lemak yang diabsorpsi oleh bayi.
Supaya susunan gizinya mendekati ASI, susu formula ditambahakan dengan whey protein. Untuk mencapai kecukupan gizi, susu formula juga ditambahkan vitamin dan mineral.
Tidak Menyamai
Dilansir dari Kumparan, memang tidak ada yang bisa menyamai kandungan ASI bagi bayi. Namun, bila ada satu kondisi medis pada ibu dan atau bayi yang menyebabkan bayi tidak dapat diberi ASI, susu formula dapat diberikan untuk sementara waktu.
Mengutip laman Raising Children Australia, kebanyakan memang terbuat dari susu sapi dan sudah dimodifikasi sedemikian rupa, sehingga dapat diterima oleh pencernaan si kecil yang masih peka.
Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, tanpa menimbulkan hal-hal yang tak diharapkan. Misalnya alergi, diare, dan sembelit. Dengan begitu, susu formula tak sama lagi dengan susu sapi biasa, Moms.
Modifikasinya itu berupa tambahan vitamin, mineral, dan lemak yang dibutuhkan bayi. Adapun kadar protein pada susu sapi biasa terlalu berat buat bayi. Dan karenanya pada susu formula, protein tersebut telah dipecah ke bentuk yang lebih sederhana sehingga dapat dicerna si kecil.
Dijelaskan juga, karena itu susu sapi biasa tidak diperkenankan bagi anak berusia kurang dari 12 bulan. Begitu pula susu skim, susu evaporasi, susu kedelai, susu almond, susu dari protein hewan lainnya selain sapi, dan santan. Sementara yang aman adalah ASI dan susu formula.
Manfaat
Ada banyak sekali merek dan varian susu formula yang ditawarkan untuk anak. Sebagai orang tua, Ibu tentu harus cermat memilih susu formula terbaik untuk anak 1 tahun. Ibu perlu memperhatikan kandungan penting susu formula, jenis-jenis, dan manfaatnya untuk anak.
Manfaat susu formula untuk anak dilansir dari laman Pediasurem membantu pertumbuhan tulang dan gigi anak, mendukung kecerdasan anak, memenuhi kebutuhan energi anak, dan membantu anak mencapai berat badan ideal.
Pada dasarnya, susu formula terbuat dari enam komponen utama, yaitu protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, dan nutrisi lain (seperti prebiotik dan probiotik). Adapun yang membedakan satu merek susu formula dengan merek lainnya adalah kombinasi spesifik dari karbohidrat, lemak, protein, serta bahan tambahan yang digunakan.
Cara memilih susu formula terbaik adalah memperhatikan usia anak. Pilihlah susu formula sesuai dengan usia dan tahap perkembangan anak. Ibu bisa membaca label pada kemasan susu formula untuk memastikan apakah susu tersebut sesuai dengan usia si Kecil.
Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari susu formula, sebaiknya teliti membaca label komposisi dan kandungan pada kemasannya.
Penting juga memperhatikan riwayat alergi anak sebelum membeli susu formula. Perhatikan apakah si Kecil memiliki alergi laktosa atau protein susu sapi agar bisa memberikan susu formula terbaik untuk anak 1 tahun. (Hilal)



