LINIMASSA.ID – Sebagai fenomena UMKM kuliner yang tumbuh pesat di Indonesia, Roti’O bukan sekadar cerita tentang penjualan roti tetapi cerminan dinamika industri UMKM menghadapi arus globalisasi, tekanan biaya, dan kebutuhan adaptasi digital yang terus meningkat.
1. Aspek Positif: Keunikan Produk dan Ekspansi Pasar
Salah satu keunggulan utama Roti’O adalah identitas produk yang kuat roti dengan aroma kopi khas dan tekstur yang menarik menjadi valueproposition yang membedakannya dari banyak pesaing dalam segmen bakery lokal. Roti’O didirikan pertama kali pada 23 Mei 2012dan sejak itu berkembang pesat, dengan ratusan outlet yang tersebar di stasiun, bandara, dan pusat perbelanjaan sebuah bukti penetrasi pasar yang agresif.
Branding yang menggabungkan produk sensorial (aroma kopi) dan lokasi strategis mampu menciptakan daya tarik kuat, terutama untuk konsumen urban dengan mobilitas tinggi. Selain itu, model franchise yang diterapkan memfasilitasi ekspansi cepat dengan risiko modal yang tersebar pada mitra lokal.
2. Tantangan Kritis: Biaya, Harga, dan Kompetisi
Meski punya keunggulan produk, Roti’Omenghadapi tekanan biaya bahan baku yang meningkat, yang tercermin dalam keputusan kenaikan harga roti dari Rp 13.000 menjadi Rp 14.000 per buah baru-baru ini. Pihak manajemen menyatakan bahwa kenaikan ini didorong oleh perubahan harga bahan baku yang terus naik sejak 2021.
Tekanan biaya ini bukan fenomena tersendiri bagi Roti’O banyak pelaku UMKM roti di Indonesia mengeluhkan lonjakan harga bahan baku seperti tepung terigu dan mentega yang bergejolak mengikuti pasar global, terutama ketika tergantung pada impor komoditas tersebut.
Selain itu, Roti’O juga bertarung di pasar dengan persaingan ketat dari jaringan roti lain, baik lokal maupun berorientasi global, yang semakin mempersempit ruang manuver harga dan margin keuntungan.
3. Rekomendasi Strategis untuk UMKM Roti’O

Untuk mempertahankan keunggulan kompetitif, Roti’O sebaiknya memaksimalkan beberapa pendekatan komprehensif:
a. Digitalisasi dan Narasi Berkisah
Roti’O sudah dikenal melalui outlet fisik kini perlu mengoptimalisasi kehadiran digital lewat kampanye berbasis storytelling yang menonjolkan proses pembakaran roti dan sejarah aroma kopi khasnya. Konten behind-the-scenes, live baking, dan strategi user-generated contentdapat meningkatkan brand engagement di platform seperti TikTok atau Instagram.
Manfaat:
• Meningkatkan brand loyalty generasi milenial dan Z.
• Menurunkan biaya marketing tradisional lewat komunitas digital aktif.
b. Diversifikasi & Ekspansi Produk
Melihat perubahan perilaku konsumen, Roti’Obisa mengembangkan produk siap-bawa (take-away) atau produk beku (frozen buns) untuk menjangkau konsumen di luar kota melalui e-commerce.
Manfaat:
• Mengurangi ketergantungan pada penjualan outletfisik.
• Memperluas jangkauan pasar nasional tanpa perlu pembukaan outlet baru yang mahal.
c. Optimalisasi Rantai Pasok dan Pengendalian Biaya
Mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor melalui:
• Strategi pembelian bersama dengan UMKM lain.
• Mencari pemasok lokal yang berkualitas (mis. tepung terigu lokal premium).
• Negosiasi kontrak pasokan jangka panjang untuk menstabilkan harga.
Manfaat:
• Menjaga stabilitas margin, mengurangi dampak volatilitas pasar global.
• Mendukung value chain lokal yang lebih sustainable.
d. Fokus pada Kepatuhan & Kualitas
Walau bukan persyaratan mutlak untuk pasar domestik, penerapan standar mutu seperti GMP (Good Manufacturing Practice) dan food safetycompliance lain akan membantu akses pasar premium dan memitigasi risiko kritikan publik terhadap kualitas produk.
Manfaat:
• Mendongkrak kredibilitas merek.
• Membuka peluang ekspansi ke pasar yang lebih besar atau ekspor.
Kesimpulan
Roti’O menunjukkan bahwa UMKM yang punya identitas produk kuat dan strategi ekspansi agresiftetap bisa tumbuh di tengah tekanan globalisasi. Namun, tekanan biaya bahan baku, persaingan pasar, dan tantangan digital menuntut perubahan strategi dari sekedar ekspansi fisik menuju model bisnis yang lebih adaptif, digital, dan terintegrasi.
Penulis : Fitria Novi Nuraini, Mahasiswi Universitas Pamulang Kampus Serang


