SERANG, LINIMASSA.ID – Persoalan akses pupuk bersubsidi di kalangan petani ternyata tidak semata-mata disebabkan ketersediaan pupuk. Di Kabupaten Pandeglang, Dinas Pertanian atau Distan Banten menemukan masih banyak petani yang belum tergabung dalam kelompok tani (poktan).
Temuan itu diketahui ketika Distan Banten melakukan peninjauan sekaligus berdialog langsung dengan petani untuk menggali berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distan Banten Saiful Bahri mengatakan, kelembagaan petani masih menjadi salah satu kendala yang perlu dibenahi. Sebab, keberadaan poktan berkaitan dengan mekanisme petani dalam memperoleh pupuk bersubsidi.
“Kita bantu untuk buat poktan agar bisa menebus pupuk di kios,” kata Saiful.
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan distribusi dan penyerapan pupuk subsidi juga dipengaruhi kesiapan kelembagaan di tingkat petani.
“Ternyata kondisi di sini banyak petani yang tidak bergabung dengan kelompok tani atau dengan kata lain mereka belum membentuk kelompok,” ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Distan Banten mendorong petani yang belum memiliki kelembagaan agar segera membentuk poktan. Setelah terbentuk, kelompok tani dapat berkoordinasi melalui gabungan kelompok tani (gapoktan).
Langkah tersebut diharapkan membuat petani lebih mudah mengikuti mekanisme penebusan pupuk subsidi di kios yang telah ditetapkan.
Distan Banten Buka Akses Pupuk
Persoalan tersebut menjadi perhatian Distan Banten lantaran realisasi penyerapan pupuk bersubsidi di wilayah Banten hingga kini masih berada di bawah alokasi yang tersedia.
Data per 23 September 2026 mencatat alokasi pupuk subsidi untuk Banten mencapai 150.974 ton. Dari jumlah tersebut, pupuk yang telah terealisasi baru 64.410 ton atau sekitar 43 persen.
Rinciannya, pupuk urea memiliki alokasi sebanyak 83.366 ton dengan realisasi penyerapan 31.789 ton. Sementara pupuk NPK dialokasikan 65.000 ton dan baru terserap 32.184 ton.
Dengan demikian, masih terdapat 86.564 ton pupuk subsidi yang belum terserap hingga periode tersebut.
Distan Banten kini berupaya memetakan penyebab rendahnya serapan tersebut secara langsung di tingkat petani. Salah satu langkahnya dengan mendatangi kawasan sentra pertanian serta membuka ruang dialog untuk mengetahui kendala yang dihadapi petani.
Saiful menegaskan, persoalan kelembagaan petani akan turut dibantu agar tidak menjadi hambatan dalam memperoleh pupuk bersubsidi.
“Kita tahun ini malah penyerapannya rendah,” katanya.
Pembenahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan penyerapan pupuk subsidi sekaligus memastikan alokasi yang telah disiapkan pemerintah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kegiatan dan produktivitas pertanian.

