LEBAK, LINIMASSA.ID – Sebanyak 194 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Lebak telah menyelesaikan pembangunan dan dipersiapkan untuk mulai memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Dari total 256 KDMP yang tersebar di Kabupaten Lebak, ratusan koperasi tersebut kini memasuki tahap persiapan operasional. Pemerintah Kabupaten Lebak menargetkan kegiatan usaha KDMP mulai berjalan pada 1 Oktober 2026.
Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Imam Suangsa mengatakan, koperasi yang telah rampung dibangun akan segera dioperasikan secara bertahap untuk melayani kebutuhan ekonomi masyarakat di tingkat desa.
“Operasional akan dimulai 1 Oktober 2026, yang akan dikelola oleh PT AGRINAS, dan bersamaan akan ditempatkan Manajer Koperasi,” kata Imam, Selasa (30/9/2026).
Menurut Imam, kehadiran KDMP diharapkan tidak sekadar menjadi lembaga ekonomi desa, tetapi juga mampu membuka peluang usaha dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Berbagai sektor usaha telah disiapkan untuk dijalankan koperasi. Di antaranya layanan simpan pinjam, perdagangan kebutuhan pokok, usaha pertanian, layanan klinik, serta kegiatan logistik dan pergudangan.
Imam optimistis program KDMP yang digagas Presiden Prabowo Subianto dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan perekonomian masyarakat di Kabupaten Lebak.
“KDMP di Kabupaten Lebak yang sudah beroperasi dapat menggulirkan pertumbuhan ekonomi lokal juga penyerapan tenaga kerja baru bagi masyarakat,” ujarnya.
KDMP di Lebak
Ia menilai koperasi memiliki posisi penting dalam menggerakkan perekonomian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, keberadaan KDMP perlu mendapat dukungan dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Lebak berharap operasional KDMP dapat memperkuat aktivitas ekonomi di desa, memperluas kesempatan kerja, serta membuka akses masyarakat terhadap berbagai layanan usaha dan kebutuhan ekonomi.
Dengan beroperasinya koperasi tersebut, KDMP diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi berbasis masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi di tingkat desa.

