linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Escape Room Bernama Alam: Cara Warga Jakarta Menjelajah Hutan demi Bertahan Hidup
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Gaya Hidup > Escape Room Bernama Alam: Cara Warga Jakarta Menjelajah Hutan demi Bertahan Hidup
Gaya Hidup

Escape Room Bernama Alam: Cara Warga Jakarta Menjelajah Hutan demi Bertahan Hidup

LinimassaNews
21 September 2026
Share
waktu baca 11 menit
Escape Room Bernama Alam: Cara Warga Jakarta Menjelajah Hutan demi Bertahan Hidup
Escape Room Bernama Alam: Cara Warga Jakarta Menjelajah Hutan demi Bertahan Hidup. Foto: Taman Bendera Pusaka. Dok:Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta.
SHARE

LINIMASSA.ID – Jakarta merupakan  kota metropolitan yang menjadi kota impian bagi mayoritas masyarakat Indonesia. Setiap tahun, Jakarta selalu dikunjungi oleh  pendatang yang ingin mengadu nasib dan mencoba peruntungan, yang menyebabkan terjadinya kenaikan jumlah penduduk di Jakarta. Tercatat sekitar 10 juta orang saat ini tinggal di Jakarta (Disdukcapil DKI Jakarta 2026).

Hal ini tentunya membuat semakin tingginya tekanan dan persaingan hidup di kota ini. Tekanan tidak hanya bersumber dari deadline pekerjaan, namun juga disebabkan faktor lain seperti polusi, kemacetan, kebutuhan hidup bahkan kondisi fisik  seperti  sedikitnya ruang terbuka hijau (RTH). Saat ini Jakarta hanya memiliki ruang terbuka hijau (RTH) sekitar 5% dari total wilayah kota, jauh dari target ideal 30% sebagaiman yang diamanatkan oleh Undang-undang.

Kondisi ini memicu terjadinya fenomena baru beberapa tahun terakhir. Warga Jakarta berbondong-bondong mencari suasana pegunungan di sekitar Jakarta seperti Sentul, Bogor, Sukabumi dan sekitarnya setiap akhir pekan. Mereka membawa berbagai perlengkapan outdoor seperti tenda sampai bahan makanan yang akan mereka santap di tempat tujuan. Hal ini tentunya menimbulkan pertanyaan mengapa mereka melakukan ini?.

Fenomena ini tentu bukan hanya sekedar tren liburan semata. Namun memiliki maksud dan tujuan lain seperti olah raga. Olahraga di alam terbuka, atau aktivitas fisik di lingkungan alami telah menarik perhatian karena potensi manfaatnya bagi kesehatan mental dan fisik. Manfaat ini meliputi: (1) peningkatan kesehatan mental, seperti pengurangan stres dan kecemasan, pengurangan gejala depresi, dan peningkatan suasana hati dan harga diri (Gladweel dkk, 2013); (2) manfaat kesehatan fisik, termasuk pengaturan gula darah dan penurunan tekanan darah (Lahart dkk., 2019); dan (3) kesempatan untuk berinteraksi sosial, yang dapat meningkatkan kenikmatan, meningkatkan frekuensi aktivitas, dan meningkatkan kualitas hubungan sosial.

Untuk dapat memahami alasan dibalik terjadinya fenomena eksodus ini, kita perlu melihat tekanan psikologis yang dirasakan warga Jakarta. Biologis tubuh manusia tidak dirancang untuk menerima rangsangan sensorik terus menerus. Warga kota memiliki tingkat prevelensi gangguan mental yang lebih tinggi dibandingkan pedesaan, Gangguan mental tersebut meliputi suasana hati 39%, gangguan kecemasan 21 % dan gangguan apapun 38 %  (Peen J dkk, 2009).

Fenomena ini jika dilihat dari teori ekologi media (media ecology theory) yang dipelopori oleh McLuhan melalui konsep the medium is the message memberikan sudut pandang bahwa dalam komunikasi bukan hanya konten media, namun media itu sendiri juga berfungsi sebagai pesan yang mampu membentuk kembali pengalaman manusia dan melakukan perubahan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan seluruh pesan yang dikandungnya. Hal ini sejalan dengan apa yang dihadapi masyarakat pada saat ini dimana lingkungan teknologi dan struktur fisik tempat tinggal bertindak sebagai “media” yang memengaruhi cara manusia berpikir, merasa dan berperilaku.

Lingkungan kota Jakarta yang dipenuhi oleh Gedung-gedung tinggi, aktivitas dan informasi yang begitu cepat dan didominasi dengan kemajuan-kemajuan media digital telah menciptakan ekologi hidup yang menguras energi terutama energi psikis. Media digital yang semula menjadi medium dalam berkomunikasi kini menjadi alat yang menjadi atensi yang sangat besar yang memicu kelelahan sensorik. Kondisi dimana ekologi urban tidak lagi memberikan ruang untuk “bernafas” menyebabkan warga Jakarta mencari ekologi alternatif berupa alam terbuka.

Alam sebagai “Media” Pemenuhan Kebutuhan Psikologis

Saat ini, melakukan aktivitas di alam  seminggu sekali bukan lagi sebuah pilihan bagi warga Jakarta. Namun menjadi sebuah kebutuhan untuk mengembalikan fokus dan melepaskan energi negatif setelah bekerja. Hal ini relevan dengan teori komunikasi Uses and Gratification Theory yang dikembangkan oleh Elihu Katz, Jay Blumler, dan Michael Gurevitch. Dalam teorinya disebutkan jika individu/ audiens memiliki hasrat untuk memilih apa yang mereka inginkan dari adanya terpaan media untuk memenuhi kebutuhannya.  Konteks gaya hidup “modern” media yang dipilih warga Jakarta tidak lagi hanya sekedar menonton televisi ataupun menikmati konten-konten video melalui platform digital saja, namun ikut merasakan  pengalaman  berinteraksi di alam yang digunakan sebagai pemenuhan kebutuhan mendasar.  Secara teori banyak sekali manfaat  dari berkegiatan di alam seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mampu meningkatkan fungsi kognitif, meningkatkan kualitas tidur, mengurangi stres, Mendorong aktivitas fisik, dan mendukung kesehatan mental.

Konstruksi Media Sosial dan Pencarian Kepastian di Tengah Stres

- Advertisement -
Ad imageAd image

Sebenarnya dari mana ide “Kembali ke alam” adalah solusi terbaik saat stres melanda. Sejak beberapa tahun terakhir konten-konten petualangan, narasi healing di alam terbuka, gambaran hidup “slow Living’ di desa , terus menerus muncul di media sosial dan memiliki engagement yang tinggi dari audiens. Hal ini tentunya mengakibatkan algoritma media sosial terus-menerus di penuhi dengan konten tersebut. Awalnya media menetapkan agenda audiens tentang apa yang penting dilakukan diakhir pekan. Melalui paparan visual yang berulang dalam bentuk video maupun foto.

Media berusaha mengkonstruksi realitas baru warga Jakarta bahwa alam merupakan simbol pemulihan jiwa yang baik dibandingkan dengan hiburan di kota seperti mall. Selain itu yang menjadi faktor pendukung adalah munculnya artis, tokoh politik  dan tokoh-tokoh terkenal lainnya yang sering membagikan pengalaman berkegiatan di alam melalui media sosial. Mereka menceritakan keseruan saat melihat matahari terbit, mandi di sungai, kabut tipis yang turun perlahan, keseruan menikmati makanan di dalam tenda dan juga landscape yang sempurna.

Faktor ketidakpastian dalam pekerjaan dan dinamika kota yang penuh dengan tekanan juga menjadi pemicu, mereka mengalami kondisi krisis psikologis. Hal ini relevan dengan Teori Pengurangan Ketidakpastian (Uncertainty Reduction Theory) dalam konteks yang unik yang dikembangkan oleh Charles Berger dan Richard Calabrese, teori ini menjelaskan bagaimana manusia berupaya mengurangi ketidakpastian dalam hidupnya.

Seperti jadwal dan ekspektasi pimpinan yang sering kali berubah-ubah. Sebaliknya, hukum alam bersifat pasti dan dapat diprediksi seperti matahari  yang pasti  terbit dari timur, api yang selalu memberi kehangatan, suara aliran sungai yang memberikan ketenangan dan suara-suara hewan liar yang merdu. Oleh sebab itu, interaksi dengan alam menjadi sarana bagi warga Jakarta  untuk mendapatkan kembali kendali dan rasa kepastian yang hilang di tempat kerja.

Paradoks Digital Detox dan Simbol Status Baru

Hal unik yang ditemukan dari tren camping di alam yang dilakukan warga Jakarta adalah dorongan melakukan digital detox atau pemutusan hubungan sementara dari dunia maya. Pemutusan ini dapat dilakukan dengan sengaja maupun karena memang lokasi camping tidak terjangkau sinyal telepon seluler, Hilangnya sinyal telepon seluler ini yang biasanya dianggap sebagai gangguan teknis, kini justru dianggap sebagai sebuah kemewahan (luxury of being unreachable).

Namun di sinilah letak paradoksnya. Meskipun bertujuan untuk melepaskan diri dari keterkaitan dunia digital. Fenomena ini relevan dengan teori Interaksi Simbolik (Symbolik Interactionism) yang di pelopori oleh Geoge Herbert Mead. Teori ini menjelaskan jika manusia dapat memaknai sesuatu berdasarkan simbol-simbol yang telah disepakati oleh kelompok sosialnya. Dalam kelompok pekerja urban Jakarta, perlengkapan berkemah dari mulai tenda ultralight, jaket waterproof dengan merek internasional, hingga carrier dan perlengkapan camping bermerek lainnya bukan hanya sekedar alat perlindungan diri namun telah mengalami pergeseran makna sebagai simbol sosial yang mengomunikasikan identitas baru.

Kembali ke Kota dengan Perspektif Baru

Akhirnya, camping bukanlah solusi permanen atas permasalahan sistemik kehidupan di Jakarta. Gunung tentunya tidak akan mampu membantu membayar cicilan rumah dan kesunyian hutan tidak akan menyelesaikan semua beban pekerjaan yang semakin menumpuk. Namun, selama dua hari keluar dari benteng  beton Jakarta memberikan sesuatu yang sangat krusial yaitu  jarak dan perpsektif.

Melalui sudut pandang berbagai teori komunikasi kita memahami bahwa usaha warga Jakarta menerobos rimba beton menuju rimba alami adalah pencarian keseimbangan. Alam bebas merupakan  tempat pembuktian bahwa manusia pada dasarnya adalah makhluk biologis yang membutuhkan tanah, udara segar, dan pepohonan untuk tetap waras.

Warga Jakarta akan selalu kembali menghadapi jalanan yang macet, gedung-gedung tinggi yang menjulang dan berbagai macam tekanan kehidupan. Namun, mereka kembali sebagai individu yang lebih Tangguh dengan membawa sedikit kesegaran angin gunung di dalam dada untuk menghadapi riuhnya ibu kota.

Penulis:

M. El Khusairi., Mahasiswa Program Pasca Sarjana Ilmu komunikasi UPNVJ.

Referensi

Santosa, Wanadriani Lia. 2026. “Luas RTH di Jakarta kini mencapai 3.700 hektar”. https://www.antaranews.com/berita/5533737/luas-rth-di-jakarta-kini-mencapai-3700-hektar (diakses tanggal 20 September 2026, pukul 21.10.).

Jayanti, Meliya, et, all. 2025. “Teori Uses And Gratification Terhadap Kecenderungan Kecanduan Informasi  dan Hiburan di Sosial Media Tiktol pada Generasi  Z”. Jurnal Komunikasi dan Sosial Politik, 03 (1), 122-130.

Satria, Deddy., et, all. 2024. Komunikasi Massa dan Media Baru (Toeri , Dinamika dan Transformasi). Yogyakarta: PT. Star Digital Publishing.

Tarigan, Emmaria Rose.  2024. “Media Bringing Chage: A Review of  Media Ecology Theory”. Jurnal Ilmu Komunikasi, 01 (1) 1-10.

Yenrizal,et,all. 2024. “Environmental Wisdom Reflected in Uluan Pantun from a Symbolic Interactionism Perspective”. Society, 12 (1), 14-26.

Lahart, Ia, et, all. 2019. “The Effect of Green Execise on Physical and Mental Wellbeing: A Systematic Review”. International Journal of Environment Research and Public Health”, 1-26.

Vusparatih, Sekar Dina. 2019. “ Uncertainty Reduction Theory In A New Work Environment: Case Of Teachers And School Principals Mutation In Cilandak District”. Humaniora, 10 (2) 97 -104.

Gladwell, F Valerie. 2013. “The Great Outdors: How A Green Exercise Environment can Benefit All”, Extreme Physiology & Medicine. 1-7.

J, Peen, et all. 2009. “Review The Current Status of Urban-Rural Differences in Psychiatric Disorders”. Acta Psychiatrica Scandinavica, 84-93.

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
- HUT RI -
Ad imageAd image
- 14 AGUSTUS 2026 -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Konser Bigbang G-Dragon
Menjual Ilusi, Membeli Kedekatan: Menakar Batas Etika Fans K-Pop
Gaya Hidup
SISGITA Kota Tangsel
Pemkot Tangsel Jadi Percontohan Nasional Integrasi Data Pajak dan Pertanahan, SISGITA Diadopsi di 60 Daerah
Pemerintahan
IPNU Kota Tangsel
Resmi Dilantik, PC IPNU Kota Tangsel Komitmen Perkuat Ukhwuah dan Memajukan Pelajar
Pendidikan
Sekolah Rakyat 33 Tangsel
Isyana Bagoes Oka Kunjungi Sekolah Rakyat 33 Tangsel
Pendidikan
sawah baru ciputat
Heboh Ledakan Kebakaran Lahan Kosong di Sawah Baru
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan