linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Oknum Pimpinan Ponpes di Kramatwatu Dilaporkan ke Polda Banten, Diduga Cabuli Santriwati 14 Tahun
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > News > Oknum Pimpinan Ponpes di Kramatwatu Dilaporkan ke Polda Banten, Diduga Cabuli Santriwati 14 Tahun
News

Oknum Pimpinan Ponpes di Kramatwatu Dilaporkan ke Polda Banten, Diduga Cabuli Santriwati 14 Tahun

Andra
15 September 2026
Share
waktu baca 2 menit
Ponpes
Ilustrasi korban kekerasan seksual pimpinan ponpes foto by iStock
SHARE

SERANG, LINIMASSA.ID – Seorang santriwati berusia 14 tahun yang menimba ilmu di sebuah pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, diduga menjadi korban tindak asusila. Dugaan tersebut kini telah dilaporkan pihak keluarga kepada Polda Banten.

Laporan itu disampaikan pada Senin (14/9/2026) malam. Korban mendatangi Mapolda Banten bersama kedua orang tua dan sejumlah anggota keluarganya untuk melaporkan dugaan tindakan yang dialaminya.

Korban Pulang ke Rumah dalam Kondisi Menangis. Paman korban, Iip, mengungkapkan persoalan tersebut diketahui keluarga setelah korban meninggalkan lingkungan pesantren dan kembali ke rumah orang tuanya. Saat pulang, korban disebut tidak sendirian karena ditemani seorang kerabat yang juga tinggal di ponpes tersebut.

Menurut Iip, korban tiba di rumah pada waktu subuh dengan kondisi menangis. Keluarga kemudian berusaha mencari tahu alasan korban meninggalkan pesantren.

“Subuh itu dia (korban-red) pulang ke rumah orang tuanya, kabur dan menangis. Dari cerita korban, kejadiannya (dugaan asusila-red) itu malam Sabtu sekitar jam 11 malam,” kata Iip, Selasa (15/9/2026).

Setelah mendapat penjelasan dari korban, keluarga kemudian mengetahui adanya dugaan tindakan asusila yang disebut terjadi di lingkungan pesantren.

Laporkan Oknum Pimpinan Ponpes, Keluarga Santriwati Tempuh Jalur Hukum

Keluarga korban yang terkejut atas informasi tersebut kemudian melakukan pembicaraan sebelum akhirnya memutuskan membawa persoalan itu ke ranah hukum.

Laporan pun dibuat di Polda Banten agar dugaan kasus tersebut dapat ditangani melalui proses penyelidikan dan penyidikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Iip menyampaikan, keluarga menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat kepolisian. Mereka berharap laporan tersebut segera ditindaklanjuti dan dugaan pelaku dapat dimintai pertanggungjawaban apabila terbukti melakukan perbuatan yang dituduhkan.

“Harapannya keadilan bisa diberikan kepada keponakan saya. Terutama untuk pelaku, kami minta agar dihukum seberat-beratnya sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujarnya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Kasus ini selanjutnya berada dalam penanganan kepolisian. Dugaan tindak asusila tersebut tetap perlu dibuktikan melalui proses hukum dan pemeriksaan terhadap seluruh pihak terkait.

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
- HUT RI -
Ad imageAd image
- 14 AGUSTUS 2026 -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Hotel
Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak ke Pariwisata Banten, 70 Persen Booking Hotel Batal
News
ISPA
Kasus ISPA di Banten Tembus 4.498 Saat Gunung Anak Krakatau Erupsi
News
Sawah di Kota Serang
17 Hektare Sawah di Kota Serang Gagal Panen
News
arisan fiktif
Puluhan Warga Lebak-Pandeglang Diduga Jadi Korban Arisan Fiktif, Kerugian Rp2,8 Miliar
News
Jurnalis
Operasi SAR Selat Sunda Jurnalis Hilang Diperpanjang 3 Hari, Polda Banten Tunggu Hasil DNA
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan