SERANG, LINIMASSA.ID – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II memperkirakan musim kemarau di Provinsi Banten masih akan berlangsung sampai Oktober 2026.
Sementara itu, puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan.
Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto, mengatakan hasil pemantauan dan analisis BMKG menunjukkan sebagian besar wilayah Banten, termasuk kawasan Tangerang Raya, masih berada dalam fase musim kemarau dan diperkirakan kondisi tersebut berlanjut hingga beberapa bulan ke depan.
“Berdasarkan hasil pemantauan kami, musim kemarau di wilayah Tangerang Raya diprediksi berlangsung hingga sekitar Oktober 2026, dengan puncaknya terjadi pada Agustus,” ujar Hartanto, Senin, 27 Juli 2026.
Ia menjelaskan, periode musim kemarau yang berlangsung pada Juli hingga Oktober merupakan siklus tahunan yang normal. Meski demikian, dampak kekeringan pada tahun ini diperkirakan lebih terasa karena dipengaruhi fenomena El Nino yang masih aktif.
“Musim kemarau pada rentang Juli sampai Oktober merupakan kondisi yang lazim. Namun, pengaruh El Nino membuat potensi kekeringan tahun ini menjadi lebih kuat,” katanya.
Musim Kemarau di Banten
Menghadapi kondisi musim kemarau tersebut, BBMKG mengimbau masyarakat agar mulai menghemat penggunaan air dan menyiapkan cadangan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau.
Selain itu, warga juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan karena cuaca kering dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Di sektor pertanian, para petani disarankan menyesuaikan jadwal tanam dengan kondisi ketersediaan air di wilayah masing-masing agar hasil produksi tetap optimal meski menghadapi musim kemarau.
Hartanto juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kondisi kesehatan dengan memenuhi kebutuhan cairan tubuh, terutama saat suhu udara meningkat akibat cuaca panas.
Ia menambahkan, masyarakat diharapkan rutin memantau informasi prakiraan cuaca dan iklim yang diterbitkan BMKG melalui kanal resmi sebagai langkah antisipasi terhadap perubahan kondisi cuaca selama musim kemarau berlangsung.
“Informasi cuaca yang diperbarui secara berkala dapat menjadi acuan bagi masyarakat untuk mengantisipasi berbagai dampak yang ditimbulkan selama musim kemarau,” pungkasnya.

