CILEGON, LINIMASSA.ID – Lonjakan arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan tidak lagi terjadi pada pola yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
Hal ini dipengaruhi kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang telah diumumkan pemerintah jauh hari sebelumnya.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Agus Suryonugroho, menyampaikan bahwa kebijakan terkait arus mudik Lebaran 2026 tersebut memungkinkan masyarakat lebih leluasa menentukan waktu perjalanan.
Dampaknya, puncak arus mudik maupun arus balik berpotensi mengalami perubahan jadwal.
Menurut Agus, informasi WFA yang disampaikan lebih awal memberi kesempatan bagi pemudik Lebaran 2026 untuk mengatur keberangkatan secara fleksibel. Karena itu, kepadatan yang biasanya terkonsentrasi pada H-3 Lebaran bisa saja bergeser.
Ia menjelaskan, jika sebelumnya puncak mudik diproyeksikan terjadi pada H-3, yakni sekitar 15 Maret 2026, maka dengan adanya WFA kemungkinan pergerakan sudah meningkat sejak 14 Maret atau bahkan lebih awal.
Kepastian tanggalnya masih akan disesuaikan dengan hasil pemantauan volume kendaraan.
Keamanan Mudik Lebaran 2026
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa proyeksi terkait kenyaman an keamanan arus mudik lebaran 2026 tersebut tidak semata berdasarkan perkiraan, melainkan didukung teknologi pemantauan lalu lintas.
Korps Lalu Lintas Polri telah mengandalkan sistem traffic counting dan data digital untuk memantau tren kendaraan secara langsung (real time).
Dengan dukungan teknologi tersebut, aparat dapat menyiapkan langkah antisipasi lebih presisi.
Agus memastikan berbagai strategi pengamanan dan rekayasa lalu lintas telah dipersiapkan agar arus mudik dan arus balik mudik Lebaran 2026 tetap aman, tertib, dan lancar meskipun terjadi perubahan pola perjalanan akibat kebijakan WFA.



