CILEGON, LINIMASSA.ID – Pemerintah menghadirkan stimulus berupa potongan tarif atau diskon serta penerapan skema single tarif pada periode Angkutan Lebaran 2026.
Kebijakan ini mendapat dukungan penuh dari PT ASDP Indonesia Ferry sebagai operator penyeberangan nasional.
Program diskon dan single tarif tersebut memberi keuntungan bagi masyarakat yang telah menyiapkan perjalanan mudik lebih awal.
Selain meringankan biaya, langkah ini juga ditujukan untuk membantu pemerataan arus penumpang saat puncak keberangkatan dan arus balik Lebaran.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menjelaskan bahwa potongan harga atau diskon diberikan hingga 100 persen untuk tarif jasa pelabuhan, atau setara rata-rata 21,9 persen dari total biaya penyeberangan.
Di samping itu, diberlakukan pula kebijakan single tarif yang menyetarakan harga layanan reguler dan express dalam periode tertentu.
Diskon Tarif Mudik Lebaran 2026
Ia menambahkan, selain diskon, pengguna yang telah membeli tiket sebelum kebijakan ini berlaku tetap dapat memperoleh pengembalian selisih biaya (partial refund).
Pengajuan bisa dilakukan melalui Contact Center ASDP 191 atau WhatsApp resmi 0811-1021-191. Prosesnya dipastikan berlangsung mudah, transparan, dan akuntabel.
Skema pengembalian sebagian dana ini memungkinkan pelanggan menerima selisih harga antara tarif normal dan tarif setelah diskon diterapkan, sehingga hak konsumen tetap terjaga.
Penerapan single tarif diberlakukan di Pelabuhan Merak mulai 13 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga 20 Maret 2026 pukul 15.00 WIB. Sementara di Pelabuhan Bakauheni kebijakan tersebut berlaku pada 23 Maret 2026 pukul 00.00 WIB sampai 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengingatkan masyarakat agar merencanakan perjalanan dengan matang dan membeli tiket sebelum tiba di pelabuhan. Ia menekankan pentingnya datang sesuai jadwal keberangkatan yang tertera pada tiket.
Menurutnya, sistem pemesanan daring Ferizy membantu pengaturan kapasitas kapal agar lebih terukur dan aman. Hingga saat ini, kuota tiket yang tersedia masih sangat mencukupi, yakni mencapai sekitar 99,8 persen.



