PANDEGLANG, LINIMASSA.ID – Insiden terjadi di Jembatan Gantung di Pandeglang, tepatnya di Kampung Sudimara, Desa Curugbalang, Kecamatan Munjul, Rabu 11 Februari 2026 sekitar pukul 16.00 WIB.
Tiga orang yang masih satu keluarga terjatuh saat melintasi jembatan tersebut menggunakan sepeda motor.
Peristiwa Jembatan Gantung di Pandeglang itu bermula ketika seorang ibu membonceng seorang anak serta satu anggota keluarganya hendak menyeberang menuju Kampung Sudimara.
Saat kendaraan hampir mencapai ujung jembatan, tali bantalan (seling) tiba-tiba putus. Sepeda motor pun kehilangan keseimbangan dan terguling.
Akibatnya, dua orang dewasa terjatuh ke bagian tepi sungai Jembatan Gantung di Pandeglang, sementara seorang anak kecil tersangkut di tali jembatan dan tidak sampai tercebur.
Ketiganya mengalami syok, dan dua korban dewasa menderita luka pada bagian kaki.
Jembatan Gantung di Pandeglang Putus
Warga setempat, Iman Sutiana, membenarkan kejadian Jembatan Gantung di Pandeglang putus tersebut.
Ia mengatakan bahwa Jembatan Gantung di Pandeglang itu kembali memakan korban. “Tiga orang yang masih satu keluarga jatuh. Dua orang dewasa tercebur ke tepi sungai, sementara anak kecil tersangkut di seling,” ujarnya, Kamis 12 Februari 2026.
Menurutnya, insiden terjadi secara mendadak ketika tali penopang jembatan putus saat sepeda motor yang ditumpangi tiga orang melintas.
Beruntung, anak yang ikut dalam rombongan tidak sampai terjatuh ke sungai, meski kedua orang dewasa mengalami luka-luka.
Jembatan gantung sepanjang kurang lebih 30 meter tersebut diketahui telah mengalami kerusakan cukup lama. Warga menyebut kondisinya semakin memprihatinkan karena banyak bagian yang rapuh.
“Kerusakan sudah terjadi sejak 2017 dan belum ada perbaikan. Tali banyak yang terurai, lantai besinya juga berlubang,” kata Iman.
Jembatan itu merupakan akses vital bagi sekitar 40 kepala keluarga di Kampung Sudimara yang wilayahnya dikelilingi aliran Sungai Cidelem, sehingga tidak memiliki jalur alternatif lain.
Menanggapi kejadian Jembatan Gantung di Pandeglang tersebut, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menyatakan keprihatinannya.
Ia mengaku telah menerima laporan dan langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk melakukan peninjauan ke lokasi kejadian.



