LEBAK, LINIMASSA.ID – Kondisi prasarana jembatan gantung di Lebak semakin memprihatinkan.
Tercatat sebanyak 109 jembatan mengalami kerusakan berat yang berisiko membahayakan keselamatan masyarakat, khususnya warga di daerah perdesaan.
Ratusan jembatan gantung di Lebak tersebut tersebar di berbagai kecamatan dan desa. Sebagian besar berfungsi sebagai jalur utama penghubung antarkampung, akses pengangkutan hasil pertanian, serta sarana penting menuju sekolah dan fasilitas kesehatan.
Data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak menunjukkan, hingga awal 2026 terdapat 392 jembatan dengan total panjang bentang mencapai 14.172,92 meter.
Dari jumlah itu, 201 jembatan gantung di Lebak masih berada dalam kondisi baik.
Adapun 82 jembatan lainnya tercatat dalam kondisi sedang, sementara 109 jembatan masuk kategori rusak berat. Kerusakan paling dominan terjadi pada jembatan gantung, baik yang bersifat permanen maupun nonpermanen.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Lebak, Hamdan Soleh, menyampaikan bahwa dari total 248 unit jembatan gantung yang ada, hanya 63 unit atau sekitar 25,40 persen yang masih layak digunakan. Selebihnya memerlukan penanganan serius.
“Jembatan gantung ini tersebar di 393 ruas jalan desa dan sebagian besar merupakan satu-satunya akses penghubung antarwilayah,” ujar Hamdan, Selasa, 27 Januari 2026.
Jembatan Gantung di Lebak Rusak
Ia menambahkan, kondisi jembatan gantung di Lebak berbeda terlihat pada jembatan komposit atau jembatan permanen di jalan kabupaten.
Dari 114 unit jembatan komposit dengan bentang di atas enam meter, sekitar 95,83 persen masih dalam kondisi baik dan tidak ditemukan kerusakan berat.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala DPUPR Kabupaten Lebak, Dade Yan Apriandi, mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran daerah menjadi hambatan utama dalam perbaikan jembatan rusak.
“Untuk pembangunan dan perbaikannya, kami akan berupaya mengajukan bantuan ke Pemerintah Provinsi Banten, karena dalam APBD Lebak tahun 2026 belum tersedia alokasi anggaran khusus untuk jembatan,” jelas Dade.
Masalah jembatan rusak kembali menjadi perhatian publik setelah jembatan gantung di Desa Cilangkap, Kecamatan Wanasalam, dilaporkan ambruk.
DPUPR telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk penanganan lanjutan jembatan gantung di Lebak, namun keterbatasan kemampuan fiskal daerah masih menjadi tantangan besar.



