LEBAK, LINIMASSA.ID – Sebanyak 609 rumah di Lebak mengalami kerusakan akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Lebak sejak Senin dini hari hingga malam, 12 Januari 2026.
Selain itu, juga mengakibatkan terjadinya banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah. Kondisi tersebut dipicu oleh meluapnya aliran sungai serta pergerakan tanah di sejumlah kecamatan.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, total kerusakan akibat bencana mencapai 609 unit rumah di Lebak dan infrastruktur.
Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat terganggu, akses jalan terputus, serta sejumlah sekolah menyetop sementara aktivas belajar mengajar.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 575 rumah di Lebak terendam banjir, sementara 34 rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan akibat longsor.
Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih memperingatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah Banten, termasuk Kabupaten Lebak, pada rentang waktu 10 sampai 16 Januari 2026.
Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, menyampaikan bahwa bencana banjir dan longsor terjadi pada Senin (12/1), dan saat ini kondisi di sebagian besar wilayah terdampak mulai menunjukkan perbaikan.
“Total wilayah terdampak meliputi 18 kecamatan, 42 desa, dan 53 titik kejadian. Dampaknya berupa 575 rumah yang terendam banjir di Kecamatan Wanasalam dan Banjarsari, serta 34 rumah dan akses jalan yang rusak akibat longsor,” ujar Sukanta, Rabu (14/1/2026).
Rumah di Lebak Terendam Banjir
Ia menjelaskan, banjir sempat menggenangi ratusan rumah di Lebak warga serta memutus akses jalan di beberapa lokasi. Tinggi genangan air bervariasi, tergantung kondisi geografis dan luapan sungai di masing-masing wilayah.
“Di Kecamatan Rangkasbitung, terdapat satu desa yang terdampak longsor, tepatnya di Kampung Kedung RT 05 RW 01. Selain itu, satu unit jembatan juga terdampak akibat peristiwa tersebut,” jelasnya.
Sukanta menambahkan, longsor juga terjadi di sejumlah titik lainnya, di antaranya Kampung Gagambiran, Desa Muaradua, Kecamatan Cikulur, serta Kampung Enggolaya, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Kondisi cuaca saat ini perlu menjadi perhatian bersama. Masyarakat kami minta untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap kemungkinan bencana,” tegasnya.
Sementara itu, Badru, warga Kecamatan Wanasalam, menyebut situasi di wilayahnya mulai berangsur normal. “Alhamdulillah air sudah surut, warga sekarang mulai membersihkan rumah masing-masing,” katanya.
Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan saluran drainase dan pembangunan turap agar banjir dan longsor tidak terus berulang setiap musim hujan.



