PANDEGLANG, LINIMASSA.ID – Puluhan sekolah di Pandeglang, Banten, terdampak banjir sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka terpaksa dihentikan sementara.
Langkah tersebut diambil demi menjaga keselamatan peserta didik serta tenaga pendidik.
Data dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang mencatat, sebanyak 61 sekolah di Pandeglang di tujuh kecamatan terdampak banjir pada Rabu (14/1).
Sekolah-sekolah itu berada di wilayah Kecamatan Panimbang, Patia, Pagelaran, Picung, Sukaresmi, Sumur, dan Sobang.
Wilayah Kecamatan Sukaresmi tercatat sebagai daerah dengan jumlah sekolah di Pandeglang terdampak paling banyak, yakni 21 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, MTs hingga SMK.
Sementara itu, Kecamatan Panimbang dan Sobang masing-masing mencatat 14 sekolah yang terdampak genangan banjir.
Selain itu, banjir juga melanda 5 sekolah di Kecamatan Patia, 3 sekolah di Kecamatan Pagelaran, 1 sekolah di Kecamatan Picung, serta 3 sekolah di Kecamatan Sumur.
Kondisi tersebut menyebabkan ruang kelas tergenang dan akses menuju sekolah tidak dapat dilalui dengan aman.
Sekolah di Pandeglang Terdampak Banjir
Kepala Bidang SD Disdikpora Pandeglang, Wawan Munawar, menyampaikan bahwa jumlah sekolah di Pandeglang terdampak masih berpotensi bertambah, mengingat curah hujan di wilayah tersebut masih cukup tinggi.
“Data sementara ada di tujuh kecamatan, dan tidak menutup kemungkinan jumlahnya bertambah karena hujan masih terus terjadi,” ujar Wawan, Rabu, 14 Januari 2026.
Ia menjelaskan, keputusan untuk meliburkan KBM tidak diberlakukan secara seragam. Kebijakan tersebut diserahkan kepada masing-masing kepala sekolah dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan sekolah.
“Ada sekolah yang masih melaksanakan KBM, tapi ada juga yang meliburkan. Jika kondisi tidak memungkinkan untuk dimasuki siswa, maka pembelajaran diliburkan,” jelasnya.
Menurut Wawan, kegiatan belajar akan kembali normal setelah banjir surut dan kondisi dinilai aman. Ketinggian genangan air di sekolah-sekolah terdampak pun bervariasi.
“Ada yang airnya setinggi lutut, ada juga yang hanya sebatas betis,” katanya.
Ia pun mengimbau kepada siswa, orang tua, dan tenaga pendidik agar selalu mengutamakan keselamatan serta tidak memaksakan aktivitas belajar sekolah di Pandeglang saat situasi belum kondusif.
“Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu ini, keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama,” tutupnya.



