SERANG, LINIMASSA.ID – Polda Banten bersama Polresta Serang Kota menggelar Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 sebagai bentuk dukungan terhadap program Swasembada Pangan Nasional.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kampung Ciwiru RT 006 RW 002, Kelurahan Cigoong, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Kamis 8 Januari 2026.
Di wilayah hukum Polda Banten, panen jagung dilaksanakan di atas lahan seluas 4 hektare yang berada di Lingkungan Ciwiru, Kelurahan Cigoong.
Lahan tersebut dikelola oleh Kelompok Tani Margahayu 1 dengan perkiraan hasil panen mencapai 8 hingga 16 ton jagung. Adapun lahan pertanian tersebut merupakan milik pribadi H. Edi yang disewakan kepada kelompok tani setempat.
Kegiatan panen raya dipimpin langsung oleh Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, didampingi Wakapolda Banten Brigjen Pol. Hendra Wirawan.
Turut hadir Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia, Kapolresta Serang Kota Kombes Pol. Yudha Satria, pejabat utama Polda Banten, serta perwakilan instansi terkait.
Dalam sambutannya, Kapolda Banten menegaskan bahwa Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 memiliki nilai strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya komoditas jagung yang menjadi salah satu bahan pangan penting sekaligus penopang perekonomian masyarakat.
“Panen jagung ini bukan sekadar keberhasilan para petani, tetapi juga menjadi bukti nyata dari sinergi yang terjalin antara masyarakat, pemerintah daerah, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan. Polri berkomitmen untuk terus mendukung ketahanan pangan melalui pendampingan petani, pengamanan distribusi hasil pertanian, serta menjaga situasi kamtibmas yang kondusif,” ujar Kapolda.
Lahan Jagung Polda Banten
Ia menambahkan, secara total luas lahan jagung yang dipanen di wilayah Polda Banten mencapai sekitar 36,9 hektare. Dari jumlah tersebut, 4 hektare berada di Lingkungan Ciwiru, Kelurahan Cigoong. Capaian ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap ketersediaan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kapolda juga menekankan bahwa ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh besarnya hasil produksi, tetapi turut dipengaruhi oleh stabilitas keamanan dan kelancaran distribusi hasil panen.
“Oleh karena itu, kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus memotivasi para petani untuk mengelola lahan pertanian secara berkelanjutan,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Kapolda Banten menyampaikan apresiasi kepada para petani, kelompok tani, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan program pertanian jagung di Provinsi Banten.
Di akhir kegiatan, Kapolda berharap sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus diperkuat agar program ketahanan pangan berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga Banten.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Kapolda Banten juga menyerahkan bantuan sosial kepada kelompok tani guna mendorong keberlanjutan usaha pertanian serta meningkatkan kesejahteraan petani.



