SERANG, LINIMASSA.ID – Tokoh Lintas Agama di Banten membuat 5 pernyataan atas dasar menyikapi dinamika yang terjadi di tengah masyarakat Indonesia saat ini.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten Amrullah juga menyelenggarakan doa bersama lintas agama di Kanwil Kemenag Banten, Senin 1 September 2025.
Tokoh Lintas Agama di Banten turut mencermati dinamika masyarakat secara nasional, mereka menyadari akan tanggung jawab moral yang diemban dalam menjaga sitiasi dan kondisi agar tetap rukun, aman, tertib dan damai.
“Kami, para pemuka Agama Provinsi Banten, menyadari akan tanggung jawab moral yang kami emban untuk menjaga situasi,” kata Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Banten AM Romly.
Romly mengungkapkan, 5 pernyataan dari tokoh lintas agama di Banten ini dibuat dengan tujuan agar masyarakat dapat beraktivitas sehari-hari tanpa kekhawatiran.
Pernyataan sebagai berikut:
1. Kami menyampaikan belasungkawa atas terjadinya korban meninggal dunia akibat kerusuhan dalam unjuk rasa. Semoga para almarhum mendapat tempat terbaik di hadirat Tuhan Yang Maha Esa.
2. Kami mengimbau agar penyampaian pendapat dilakukan dengan tertib, berakhlak, dan tanpa disertai luapan amarah. Penyampaian pendapat merupakan hak asasi setiap orang.
3. Kami menyerukan kepada umat beragama, khususnya di Provinsi Banten, agar tetap menahan diri dan terus memelihara kerukunan serta persatuan demi menjaga ketenteraman dan kedamaian.
4. Kami mengajak umat beragama dan masyarakat Banten pada umumnya untuk menolak setiap ajakan yang bertujuan untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang melanggar hukum.
5. Kami mengajak Pemerintah dan umat beragama serta masyarakat Banten pada umumnya untuk tetap bersatu dan berdoa, semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan perlindungan dan keselamatan serta kemudahan kepada kita dalam upaya menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa.
Pernyataan tertanggal 1 September 2025 ini ditandatangani perwakilan majelis-majelis agama yaitu Majelis Ulama Indonesia Provinsi Banten, Forum Umat Buddha (FUB), Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Musyawarah Pimpinan Gereja-Gereja (Muspija), Forum Pimpinan Gereja Katolik (Forpuak), Parisada Hindu Dharma (PHDI), dan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin).
Tokoh Lintas Agama di Banten Gelar Doa Bersama untuk Kedamaian Bangsa

Tokoh lintas agama di Banten menggelar doa bersama lintas agama untuk keselamatan bangsa di aula Kanwil Kemenag Banten, Senin, 1 September 2025.
Acara yang dipimpin ulama kharismatik Abuya Muhtadi Dimyati itu diikuti organisasi masyarakat lintas agama, pejabat Kanwil Kemenag, penyuluh multiagama, dan pegawai Kemenag.
Kepala Kanwil Kemenag Banten, Amrullah, menjelaskan kegiatan Tokoh lintas agama di Banten ini bertujuan memohon doa agar masyarakat senantiasa diberi kekuatan, kesehatan, dan dijauhkan dari fitnah maupun kebencian. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal negatif.
“Kita sebagai masyarakat Banten tidak menginginkan gejolak yang mengarah kepada penjarahan atau perusakan fasilitas umum maupun pribadi. Semoga masyarakat Banten tetap damai,” ujarnya.
Amrullah juga menekankan pentingnya peran Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjaga kerukunan umat beragama. “Warga Banten, khususnya ASN, harus menjaga kedamaian, ketenangan, dan keharmonisan dalam kehidupan beragama,” tambahnya.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten, KH. A. Bazary Syam, menilai kegiatan doa bersama ini membawa dampak positif. “Kegiatan ini sangat baik dan positif, kita bersama-sama menyerukan doa untuk keberkahan, kedamaian, dan keridaan Allah bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Senada, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Banten, A.M. Romly, mengajak Tokoh lintas agama di Banten bersatu menjaga persatuan. “Peran tokoh lintas agama sangat krusial dalam kerukunan dan persatuan bangsa,” tegasnya.



