LINIMASSA.ID – Kerjasama pengolahan sampah dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ke TPA Bangkonol Kabupaten Pandeglang masih tertunda. Sementara TPA Cipeucang disebut sudah penuh.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, pihaknya saat ini masih menanti kepastian dari Pemerintah Kabupaten Pandeglang lantaran masih ada reaksi dari masyarakat terkait kerjasama pengolahan sampah tersebut.
“Kami mengikuti perencanaan dari Pemkab Pandeglang. Kalau memang ada hal-hal yang perlu dipersiapkan kami menunggu. Pada intinya kami menunggu kabar selanjutnya dari Pemkab Pandeglang terkait keberlanjutan kerjasama ini,” kata Pilar, Jumat, 29 Agustus 2025.
Sementara soal pembiayaan kerjasama pengolahan sampah tersebut, Pilar masih menunggu pengesahan APBD Perubahan 2025 dari Pemerintah Provinsi Banten.
“Kami liat kayaknya sebentar lagi provinsi menetapkan APBD Perubahan. Mudah-mudahan September sih udah bisa dikucurkan anggaran supaya kami bisa bantu penataan kawasan TPA Bangkonol. Kan harus ada pembuangan air lindi supaya tidak lagi landfill mining tapi sanitary landfill konsepnya nanti,” ungkap Pilar.
Pilar juga mengungkapkan kondisi terkini di TPA Cipeucang. Pasalnya, kian hari sampah makin menggunung.
Hingga kerjasama dengan Pemkab Pandeglang itu berjalan, Pilar menyebut, pihaknya mengandalkan penataan sampah oleh UPTD TPA Cipeucang.
“Kita sampai sekarang masih penataan, masih di Cipeucang kan. Masih berjalan. Ada lahan yang kita juga miliki masih dalam satu hamparan. Tapi kita punya waktu selama beberapa bulan kedepan kita bisa lakukan penataan,” papar Pilar.
Pilar menyebut, jika kerjasama ke Pemkab Pandeglang tak kunjung berjalan, maka lahan di TPA Cipeucang hanya bisa menampung maksimal hingga tiga bulan ke depan.
“Ya mungkin dalam beberapa bulan kedepan, coba tanya ke UPT saya kira dalam dua tiga bulan kedepan. Ini ya dipindah-pindahin. Ditata supaya tidak longsor. Makanya kenapa kerjasama antardaerah ini penting sekali,” beber Pilar.