JAKARTA, LINIMASSA.ID – Sebanyak 4 izin tambang nikel Raja Ampat di Papua akhirnya dicabut oleh Presiden Prabowo Subianto.
Kebijakan mencabut izin tambang nikel ini terjadi akibat polemik yang ramai dan viral di media sosial soal kerusakan lingkungan dan alam di Raja Ampat yang merupakan destinasi wisata unggulan Indonesia.
Tambang nikel Raja Ampat viral beberapa minggu belakangan yang disuarakan oleh beberapa influencer dan aktivis lingkungan.
Tersebar di media sosial, potret gundulnya kawasan perhutanan di Raja Ampat yang berubah menjadi lahan terbuka dengan banyak alat berat tengah beroperasi.
Menteri Sekretaris Negara atau Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan, sebanyak 4 izin tambang nikel Raja Ampat sudah dicabut oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dijelaskan Mensesneg Prasetyo Hadi, keempat izin tambang yang dicabut yakni milik perusahaan PT Anugerah Surya Pratama, PT Nurham, PT Mulia Raymond Perkasa, dan PT Kawei Sejahtera Mining.
Tambang Nikel Raja Ampat, Lindungi Kawasan Konservasi

Diungkapkan Prasetyo Hadi, pencabutan 4 izin tambang nikel Raja Ampat ini merupakan keputusan dan petunjuk langsung dari Presiden Prabowo.
Hal itu disampaikan Prasetyo saat konferensi pers yang didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofik, dan Sekretaris Kabunet Teddy Indra Wijaya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa 10 Juni 2025.
Dijelaskan Prasetyo, keempat menteri yang hadir di sampingnya saat konferensi pers tersebut, ditugaskan untuk terus berkoordinasi untuk menangani kasis tambang nikel Raja Ampat.
Menurut Prasetyo, sebelumnya pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang penertiban kawasan hutan pada bulan Januari lalu. Dalam peraturan tersebut termasuk di dalamnya penertiban terhadap usaha-usaha berbasis sumber daya alam.
Prasetyo menyampaikan apresiasi perhatian seluruh masyarakat menyuarakan keprihatinan atas keberadaan tambang di kawasan konservasi tersebut.
“Kami mewakili pemerintah tentu mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang dengan terus memberikan masukan, memberikan informasi kepada pemerintah, terutama para pegiat-pegiat media sosial yang menyampaikan masukan dan kepedulian kepada pemerintah,” jelasnya.



