SERANG, LINIMASSA.ID – Hasil uji laboratorium terakhir yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Kabupaten Serang untuk menguji kualitas air Sungai Ciujung telah keluar.
Hasilnya ada sebanyak empat parameter yang ditemukan melebihi ambang batas yakni Total Dissolve Solid (TDS), Chemical Oxygen Demand (COD), Biological Oxygen Demand (BOD) serta Fecal Coli.
Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang, Muas Sisul Haq mengatakan, pihaknya melakukan pengambilan sempel di Sungai Ciujunguntuk uji laboratorium pada tanggal 28 Oktober lalu.
Pengambilan sampel dilakukan di delapan titik lokasi mulai dari jembatan Kolelet, Kecamatan Tunjung Teja hingga ke Jembatan Jongjing, Kecamatan Tanara. Dari delapan titik tersebut, ada sebanyak tiga titik yang menunjukkan adanya penurunan kualitas air, baik secara parameter fisik maupun parameter kimia.
“Tiga lokasi di Sungai Ciujung yang menunjukan adanya parameter kimia yang melebihi baku mutu yaitu di Kamaruton, Kecamatan Lebak Wangi, Ragas Masigit Kecamatan Carenang serta di Jongjing Kecamatan Tanara,” katanya Selasa 25 November 2024.
Ia mengungkapkan, dari 18 parameter yang diuji, ada sebanyak empat parameter yang melebihi baku mutu yang telah ditetapkan. Ke empat parameter itu ialah TDS, COD, BOD serta Fecal Coli.
“TDS menggambarkan jumlah senyawa organik dan anorganik di perairan dan garam mineral dari laut. Untuk BOD dan COD menggambarkan beban organik, ini bisa dari limbah industri baik industri makanan maupun industri kertas ataupun limbah domestik. Sementara untuk Fecal Coli biasanya dari lebih cenderung limbah domestik dari manusia baik dari air kencing ataupun tinja,” ujarnya.
Ia mengatakan, untuk kadar pencemaran di titik Jonjing, Kecamatan Tanara masuk dalam kategori berat. Pasalnya hasil uji pada bulan 28 Oktober menunjukan kandungan empat zat sangat tinggi.

“Untuk BOD 31 miligram per liter, normalnya 3 miligram per liter, COD 108 miligram per liter normalnya 25 miligram per liter, TDS 15.000 miligram per liter normalnya 1000 miligram per liter sementara untuk Fecal Coli 5.000 miligram per liter, normalnya 1000 miligram per liter,’ ujarnya.
Ia mengaku, dengan tingginya empat zat tersebut, membuat air Sungai Ciujung tidak bisa dimanfaatkan baik oleh manusia, tumbuhan atau bahkan ikan. Untuk itu, ia merekomendasikan agar warga sementara waktu tidak menggunakan air sungai Ciujung untuk aktifitas apapun, hingga nanti air sungai normal kembali.
“Kalau oleh manusia, ini bisa mengakibatkan penyakit kulit, pada ikan, ini bisa menghambat kerja insang sehingga terluka dan membuatnya kesulitan bernafas. Lalu untuk tanaman, ketika akar kena BOD dan COD itu kinerja akar menyerap unsur haranya terganggu, bahkan bisa menyebabkan tanaman mati,” pungkasnya.



