linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: BMKG Menyampaikan Fenomena Panas di Indonesia Bukan Heatwave
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Pendidikan > BMKG Menyampaikan Fenomena Panas di Indonesia Bukan Heatwave
Pendidikan

BMKG Menyampaikan Fenomena Panas di Indonesia Bukan Heatwave

Arief
3 Mei 2024
Share
waktu baca 3 menit
Gelombang Panas
Gelombang Panas
SHARE

linimassa.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa gelombang udara panas yang melanda Indonesia belakangan ini tidak dapat disebut sebagai heatwave.

Menurut Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto, secara karakteristik, fenomena udara panas di Indonesia tidak memenuhi persyaratan sebagai gelombang panas yang disebut heatwave.

“Jika ditinjau secara karakteristik fenomena, maupun secara indikator statistik pengamatan suhu kita tidak termasuk ke dalam kategori heatwave, karena tidak memenuhi persyaratan sebagai gelombang panas,” ungkap Guswanto dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/5/2024).

Menurut data rekapitulasi meteorologi BMKG dalam 24 jam terakhir, suhu di sebagian besar wilayah Indonesia mengalami peningkatan mencapai 5 derajat di atas suhu rata-rata maksimum harian.

Peningkatan suhu tersebut telah berlangsung lebih dari lima hari. Wilayah-wilayah yang terdampak termasuk Jayapura, Papua (35,6 Celcius), Surabaya, Jawa Timur (35,4 Celcius), Palangka Raya, Kalimantan Tengah (35,3 Celcius), hingga Pekanbaru-Melawi, Kalimantan Barat, Sabang, Aceh, dan DKI Jakarta (34,4 Celcius).

Meskipun demikian, BMKG menegaskan bahwa peningkatan suhu ini tidak sebanding dengan kondisi yang dialami beberapa negara Asia lainnya seperti Myanmar, Thailand, India, Bangladesh, Nepal, dan Cina.

Suhu di negara-negara tersebut bahkan mencapai 41,9 Celcius hingga 44,6 Celcius dalam beberapa hari terakhir.

“Secara karakteristik, suhu panas terik harian yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat dari adanya gerak semu matahari,” jelas Guswanto.

BMKG menilai peningkatan suhu ini sebagai suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun. Oleh karena itu, potensi suhu panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.

Meskipun demikian, BMKG merekomendasikan untuk meminimalkan waktu di bawah paparan matahari antara pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Selain itu, disarankan untuk mengoleskan cairan pelembab tabir surya SPF 30+ setiap dua jam untuk melindungi kulit dari dampak sinar UV yang berlebihan.

Pernyataan BMKG ini memberikan pemahaman yang lebih jelas tentang kondisi udara panas yang melanda Indonesia belakangan ini. Meskipun suhu meningkat, fenomena ini belum mencapai tingkat heatwave seperti yang dialami oleh beberapa negara tetangga.

Meski begitu, tetap diperlukan langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi dampak buruk yang mungkin timbul akibat paparan sinar matahari yang berlebihan. (AR)

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
- HUT RI -
Ad imageAd image
- 14 AGUSTUS 2026 -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Hotel
Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak ke Pariwisata Banten, 70 Persen Booking Hotel Batal
News
Ponpes
Oknum Pimpinan Ponpes di Kramatwatu Dilaporkan ke Polda Banten, Diduga Cabuli Santriwati 14 Tahun
News
ISPA
Kasus ISPA di Banten Tembus 4.498 Saat Gunung Anak Krakatau Erupsi
News
Sawah di Kota Serang
17 Hektare Sawah di Kota Serang Gagal Panen
News
arisan fiktif
Puluhan Warga Lebak-Pandeglang Diduga Jadi Korban Arisan Fiktif, Kerugian Rp2,8 Miliar
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan