linimassa.id – Demi menjaga kesehatan, mandi dua kali sehari sangat disarankan. Apakah ada efek buruk kalau jarang mandi?
Mandi merupakan kegiatan untuk membersihkan tubuh dan harus dilakukan setiap hari. Mandi secara tidak langsung dapat membersihkan tubuh dari kuman, bakteri, debu, keringat, dan minyak yang menempel di kulit seharian. Selain membersihkan diri, mandi ternyata punya banyak manfaat.
Laman Liputan 6 menulis, beberapa penelitian menjelaskan bahwa mandi bisa membantu membuat kamu lebih rileks, tidur lebih nyenyak, dan menjaga agar pikiran tetap segar di pagi hari.
Apabila melewatkan membersihkan diri dengan tidak mandi atau jarang mandi, akan ada dampak buruk yang akan menganggu kesehatan.
Mudah Terserang Penyakit
Dampak buruk jarang mandi bagi kesehatan pertama adalah infeksi kulit. Jarang mandi akan menghadirkan ribuan bakteri untuk hidup di area kulit kamu.
Sebagian bakteri ini merupakan bakteri jahat yang dapat memicu penyakit. Jika kamu melewatkan mandi setidaknya selama dua hari, kamu berarti mengundang banyak bakteri untuk bersarang di beberapa area tubuh.
Terlebih tidak mandi setelah melakukan aktivitas juga dapat memicu infeksi kulit. Hal ini bisa terjadi karena badan yang kotor merupakan tempat yang paling menyenangkan bagi banyak bakteri. Akibatnya, kulit bisa mengalami iritasi.
Bakteri juga akan menyebabkan rasa gatal yang tak tertahankan di sekitar kulit. Kondisi ini akan membuat kamu tergoda untuk menggaruknya dan memungkinkan menyebabkan kulit terluka. Kulit yang terluka semakin meningkatkan kemungkinan terkena infeksi.
Rentan Flu
Dampak buruk jarang mandi juga dapat menyebabkan seseorang rentan terserang penyakit. Hal ini dikarenakan bakteri-bakteri yang bersarang di kulit.
Saat jarang mandi dan tidak membersihkan diri, maka bakteri-bakteri jahat yang ada di permukaan kulit kamu mungkin akan menemukan jalan menuju bagian tubuh lainnya. Seperti saat menggaruk kulit yang gatal, bakteri berpindah ke telapak tangan.
Apabila tangan yang sama menggaruk hidung, maka bakteri akan menemukan jalan untuk menyusup ke dalam saluran pernapasa. Bakteri ini nantinya akan menginfeksi. Kamu bisa jadi akan terserang gangguan saluran pernapasan.
Bau Tidak Sedap
Dampak buruk jarang mandi selama berhari-hari memungkinkan tumpukan bakteri menyebarkan bau yang tidak sedap. Bakteri pada kulit yang jarang dibersihkan dapat menimbulkan banyak sekali jenis bau yang sangat tidak enak.
Bau badan tidak sedap akibat jarang mandi ini akan mengurangi rasa percaya diri dan mengganggu kegiatan.
Kusut
Dampak buruk jarang mandi juga dapat memperburuk penampilan. Hal ini dikarenakan tubuh secara alami memproduksi minyak, yang jika jarang dibersihkan akan membuat kulit terlihat berminyak.
Kondisi ini juga berlaku bagi rambut kamu. Kulit dan rambut yang berminyak akan sangat mengganggu penampilan.
Kulit Kering
Dampak jarang mandi bagi kesehatan juga dapat menyebabkan kulit menjadi kering. Apabila kamu menderita penyakit kulit seperti eksim, kamu bisa mencegahnya dengan mandi secara teratur. Melewatkan mandi selama beberapa hari akan menyebabkan masalah kulit lainnya.
Organisasi Eksim Nasional merekomendasikan untuk mandi sekali dalam sehari. Hal ini berguna untuk mendapatkan kulit yang lembap. Selain itu, perhatikan durasi mandi agar tidak terlalu lama dan tidak menggunakan air panas.
Bintik-bintik
Dermatitis neglecta merupakan kondisi yang terjadi ketika membiarkan kotoran atau keringat menumpuk di kulit. Kondisi ini benar-benar hanya akan terjadi ketika kulit jarang atau tidak dibersihkan dengan benar.
Apabila terlalu sering tidak mandi dan mulai melihat bintik-bintik coklat pada kulit, maka perlu untuk mengubah kebiasaan buruk tersebut. Selain itu, juga perlu berkonsultasi ke dokter terhadap kondisi kulit yang kamu alami.
Kesehatan Organ Vital Terganggu
Jarang mandi juga akan mengakibatkan area vital terganggu. Jarang mandi dapat mengakibatkan organ vital akan berbau tidak sedap dan rentan terhadap infeksi jamur.
Sensasi gatal akibat kotoran yang ada di area tersebut akan berkembang dan akan membuat penderitanya menjadi tidak nyaman.
Seberapa Sering?
Sebenarnya tidak ada aturan pasti mengenai seberapa sering seseorang harus mandi, karena hal itu tergantung pada kondisi tiap orang. Misalnya, atlet atau pelatih olahraga mungkin harus lebih sering mandi daripada orang yang jarang keringat. Beberapa orang yang memiliki kulit dan rambut yang lebih berminyak atau mereka yang memiliki bau badan juga perlu mandi lebih sering.
Namun, secara umum, dokter kulit, Shilpi Khetarpal, MD menganjurkan untuk mandi setidaknya satu kali setiap hari.
Kamu bertemu dan tanpa sadar melakukan kontak langsung dengan ribuan alergen setiap harinya, sehingga mandi diperlukan untuk menghilangkan alergen tersebut. Selama pandemi corona, kamu juga dianjurkan untuk mandi setiap kali habis bepergian keluar rumah. Hal itu penting untuk mengurangi risiko terinfeksi virus corona.
Meski begitu juga tidak dianjurkan untuk mandi terlalu sering, karena bisa membuat kulit menjadi kering, teriritasi, serta mudah pecah yang justru akan menjadi celah bagi bakteri dan alergen untuk masuk dan menyebabkan infeksi.
Mandi terlalu sering tidak baik, jarang mandi pun juga tidak baik untuk kesehatan. Bau badan adalah tanda paling jelas ketika seseorang jarang mandi. Namun, bau badan bukan satu-satunya dampak kesehatan jarang mandi. (Hilal)



