linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Suku Jawa Ada di Mana-mana, Apa Alasannya?
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Gaya Hidup > Suku Jawa Ada di Mana-mana, Apa Alasannya?
Gaya Hidup

Suku Jawa Ada di Mana-mana, Apa Alasannya?

Hilal Ahmad 30 November 2023
Share
waktu baca 6 menit
Suku Jawa ada di mana-mana, apa alasannya? (Foto : ErlanggaPedia)
Suku Jawa ada di mana-mana, apa alasannya? (Foto : ErlanggaPedia)
SHARE

linimassa.id – Pernahkah terpikir mengapa suku Jawa hampir selalu bisa ditemui di mana-mana di berbagai penjuru nusantara? Apa alasanya?

Contents
Suku-suku Asli di Pulau JawaSuku SundaSuku BaduySuku BetawiSuku TenggerSuku Otsing

Tak bisa dipungkiri sejatinya orang Jawa merupakan perantau andal. Ini alasan dan dapat dibuktikan melalui penyebarannya yang selalu ada hampir di seluruh penjuru di Indonesia.

Mulai dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia bisa dipastikan terdapat masyarakat rantauan yang berasal dari Pulau Jawa. Lantas apa yang mendasari banyak orang Jawa yang merantau?

Dilansir dari Okezone, 4 alasan kenapa banyak orang Suku Jawa yang merantau ke berbagai daerah di Indonesia;

  1. Meningkatkan Ekonomi

Pemicu utama orang Jawa yang pada akhirnya memilih untuk merantau karena alasan perekonomian yang rendah.

Ini turut membuat mereka pada akhirnya mencari kehidupan yang layak di luar Jawa untuk mengubah hidup menjadi lebih baik.

Umumnya orang Jawa akan memilih merantau dan tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta, Medan hingga Makassar.

  1. Alih Profesi Demi Perbaiki Hidup

Tidak dapat dipungkiri bahwa kehidupan di Pulau Jawa sangat dominan dengan bertani dan bercocok tanam.

Akan tetapi banyak juga masyarakat Jawa yang pada akhirnya memilih untuk merantau untuk memperbaiki kehidupan sehingga menjadi lebih baik, salah satu contohnya yaitu bekerja sebagai seorang kantoran hingga pengusaha.

  1. Melanjutkan Pendidikan Lebih Tinggi

Alasan ketiga kenapa banyak orang Jawa yang merantau karena ingin melanjutkan pendidikan lebih tinggi.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Terutama di wilayah perkotaan besar banyak terdapat berbagai perguruan tinggi bonafit yang menjanjikan karier cemerlang untuk mendapatkan nasib yang baik.

  1. Pasangan

Penyebab keempat banyak orang Jawa yang pada akhirnya memutuskan untuk merantau yaitu dengan tujuan domisili pasangan.

Dengan begitu orang Jawa pada akhirnya memutuskan untuk hidup dan bertempat tinggal di wilayah awal mereka merantau.

 

Suku-suku Asli di Pulau Jawa

Jawa merupakan pulau terbesar kelima di Indonesia. Meskipun berada di urutan kelima, jumlah populasi penduduk yang mendiami Pulau Jawa sangatlah besar. Banyaknya jumlah penduduk membuat Jawa menjadi pulau terpadat di Indonesia.

Salah satu penyebab kepadatan penduduk itu adalah karena Jawa memiliki banyak kota-kota besar sebagai pusat aktivitas perekonomian. Oleh karena itu, dapat dipastikan bahwa Pulau Jawa menampung penduduk dari bermacam etnis dan suku.

Meskipun banyaknya pendatang di Pulau Jawa, hal itu tidak menghilangkan status Jawa sebagai suku terbesar di Indonesia. Namun, Suku Jawa bukanlah satu-satunya suku asli yang mendiami pulau terbesar kelima di Republik Indonesia ini.

Pulau Jawa memiliki berbagai macam suku bangsa asli yang mendiami setiap sudut wilayahnya. Berikut adalah suku-suku asli di Jawa yang dilansir dari Kompas.

Suku Jawa

Suku Jawa adalah suku yang mendominasi di Pulau Jawa. Mereka tersebar di tiga provinsi besar di Indonesia. Mereka banyak mendiami kawasan di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tiga provinsi ini merupakan wilayah inti Suku Jawa. Dalam interaksi sehari-hari, mereka menggunakan bahasa Jawa sebagai alat komunikasi. Orang Jawa juga sering disebut sebagai suku yang memiliki kebudayaan tinggi, mulai dari kesenian, pendidikan. Bahkan, suku Jawa memiliki aksara sendiri yang disebut aksara Jawa.

 

Suku Sunda

Suku Sunda juga merupakan bagian dari masyarakat di Pulau Jawa, lebih khususnya mereka menempati kawasan Jawa Barat. Suku Sunda juga disebut rivalnya Suku Jawa di Pulau Jawa dalam hal banyaknya populasi masyarakat.

Dalam interaksi sehari-hari di antara masyarakatnya, Suku Sunda menggunakan bahasa lokal mereka yang disebut dengan bahasa Sunda.

 

Suku Baduy

Suku Baduy pada dasarnya adalah bagian dari Suku Sunda. Namun, karena dalam prinsip hidupnya sedikit berbeda, mereka melabeli diri dengan suku yang berbeda pula.

Masyarakat Baduy dalam prinsipnya hidupnya cenderung menghindari berbaur dengan orang-orang di luar kawasan suku mereka. Mereka juga lebih suka menganggap kelompok mereka sebagai Urang Kanekes daripada sebagai orang Sunda.

Populasi orang Baduy banyak berpusat di daerah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

 

Suku Betawi

Selain Jawa dan Sunda, di Pulau Jawa terdapat suku lain yang masih berjuang mempertahankan eksistensinya, yakni Suku Betawi. Suku Betawi adalah orang-orang asli yang mendiami kawasan Ibu Kota Jakarta. Namun, kemasyhuran suku ini tertutup oleh besarnya gejolak urbanisasi pendatang di Jakarta.

Mereka memiliki bentuk kesenian berupa pencak silat dan ondel-ondel yang kerap mengiringi adat pernikahan masyarakatnya.

 

Suku Tengger

Mungkin kebanyakan orang menganggap semua orang yang di Jawa Timur adalah masyarakat Suku Jawa. Padahal, terdapat suku asli lain yang mendiami sebagian kecil wilayah Jawa Timur, salah satunya adalah Suku Tengger.

Secara spesifik, orang-orang suku Tengger mendiami kawasan-kawasan di sekitar dataran tinggi Tengger atau Bromo dan Semeru. Orang-orang Tengger akan banyak ditemui di daerah Pasuruan, Malang, Probolinggo, dan Kabupaten Lumajang.

Mereka memiliki corak budaya beragama sedikit berbeda dengan Suku Jawa yang beragama Hindu-Budha. Oleh karena itu, muncul istilah Buddha Tengger.

 

Suku Otsing

Selain Suku Tengger, suku lain yang mendiami sebagian kecil kawasan di Jawa Timur adalah orang Otsing. Suku Otsing banyak mendiami kawasan Blambangan atau lebih mudah ditafsirkan sebagai daerah di sekitar Kabupaten Banyuwangi.

Suku Otsing juga dikenal dengan sebutan orang Blambangan. Sebab, mereka memiliki sisi historis yang panjang sebagai sebuah kerajaan besar di masa lampau. Dalam interaksi sehari-hari, orang Otsing memiliki bahasa sendiri untuk berkomunikasi.

Bahasa ini merupakan perpaduan bahasa Bali dan Jawa kuno, sehingga disebut sebagai bahasa Otsing. (Hilal)

Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
26 November 2025
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Terkini

SPPG Karangtanjung
Dapur MBG SPPG Karangtanjung Belum Kantongi Sertifikat Higiene, Operasional Tetap Berjalan
News
Pemkot Serang
Tangani Banjir di Berbagai Wilayah, Pemkot Serang Ajukan Bantuan ke Provinsi dan Pusat
News
Tambang ilegal di Cilegon
Pemprov Banten Tutup Tambang Ilegal di Cilegon, Satgas Petakan Lokasi di Ciwandan dan JLS
News
Rekonstruksi
Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Anak Kader PKS Dilaksanakan Tertutup di BBS 3
News
Huntara Cigobang
Bertahan Menginap di Kantor Bupati, Warga Huntara Cigobang Tuntut Kejelasan Hunian Permanen
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?