linimassa.id – Budaya Barat ini telah dikenal di seantero dunia. Ya Halloween atau Hallowe’en adalah kependekan dari All Hallows’ Evening, yang berarti Malam Hari Semua Orang Kudus.
Halloween adalah suatu perayaan yang dapat dijumpai di sejumlah negara pada 31 Oktober, yaitu malam Hari Raya Semua Orang Kudus (All Hallows’ Day) di Kekristenan Barat.
Perayaan tersebut mengawali peringatan trihari Masa Para Kudus (Allhallowtide), suatu periode dalam tahun liturgi yang didedikasikan untuk mengenang orang yang telah meninggal dunia, termasuk para kudus atau santo/santa (saints, hallows), martir, dan semua arwah umat beriman.
Namun saat ini Halloween malah menjadi semacam perayaan kosplay memakai baju seram. Kegiatan saat Halloween meliputi Trick or treat atau hal terkait penyamaran dengan kostum seram, menghadiri pesta kostum Halloween, mendekorasi, mengukir waluh menjadi Jack-o’-lantern, menyalakan api unggun besar, permainan ramalan atau penenungan, apple bobbing, bermain lelucon praktis, mengunjungi atraksi berhantu, menceritakan dongeng menakutkan, dan menonton film horor.
Di banyak belahan dunia, perayaan keagamaan Kristen saat Malam Para Kudus, misalnya menghadiri ibadah gereja dan menyalakan lilin pada makam, masih tetap populer, meskipun di tempat lain berlangsung perayaan yang lebih sekuler dan komersial.
Acara tahunan Greenwich Village Halloween Parade di Kota New York merupakan parade Halloween terbesar di dunia.[107]
Saat Halloween, pekarangan, ruang publik, dan beberapa rumah mungkin dihiasi dengan simbol-simbol yang mengerikan menurut tradisi, misalnya penyihir, kerangka, hantu, jaring laba-laba, dan batu nisan.
Perkembangan penggunaan artefak dan simbol yang terkait dengan Halloween terbentuk seiring berjalannya waktu.
Menurut tradisi, jack-o’-lantern dibawa oleh para penyamar untuk menakut-nakuti roh jahat. Ada suatu cerita rakyat populer di kalangan Kristen Irlandia sehubungan dengan jack-o’-lantern,[115] yang mana dalam folklor dikatakan merepresentasikan “jiwa yang ditolak masuk ke surga maupun neraka”.
Kisah
Dalam perjalanan pulang ke rumah setelah minum-minum semalaman, Jack bertemu dengan Iblis dan menipunya hingga ia memanjat sebuah pohon.
Jack yang berpikir cepat segera menggoreskan tanda salib pada kulit pohon, sehingga membuat Iblis terperangkap. Jack menyambar dengan suatu pernyataan bahwa Setan tidak pernah dapat mengklaim jiwanya.
Setelah suatu kehidupan yang dipenuhi dosa, kemabukan, dan tipu muslihat, Jack ditolak masuk ke surga ketika ia meninggal dunia. Iblis menepati janjinya dengan menolak Jack masuk ke dalam neraka dan melempar sebuah bara api ke arahnya, langsung dari api neraka.
Saat itu malam yang dingin, maka Jack menempatkan arang tersebut di sebuah turnip yang dilubangi untuk mencegahnya keluar, karena waktu itu Jack dan lenteranya telah mengembara mencari sebuah tempat untuk istirahat.
Trick or Treat
Trick-or-treating adalah suatu kegiatan yang biasa dilakukan anak-anak saat Halloween. Anak-anak pergi berkeliling dari rumah ke rumah dengan mengenakan kostum; mereka meminta diberikan sesuatu seperti permen, atau kadang-kadang uang, sambil mengajukan pertanyaan, “Trick or treat?”
Kata “trick” mengacu pada “threat” (ancaman) yang berarti bahwa mereka akan melakukan kenakalan pada pemilik rumah atau propertinya jika tidak diberikan apa-apa.
Praktik tersebut dikatakan berakar dari praktik bermain sandiwara bisu (mumming) pada abad pertengahan, yang mana berkaitan erat dengan kebiasaan berbagi kue jiwa (souling).
Ada suatu varian populer dari trick-or-treating, yang dikenal dengan nama trunk-or-treating (atau Halloween tailgating), di mana “anak-anak ditawarkan suguhan (treat) dari bagasi (trunk) mobil yang diparkir di pelataran parkir gereja,” atau terkadang di pelataran parkir sekolah.
Dalam acara tersebut, bagasi masing-masing mobil dihias dengan suatu tema tertentu, misalnya peran kerja, kitab suci, film, dan bacaan anak.
Trunk-or-treating telah berkembang popularitasnya karena dianggap lebih aman daripada pergi dari pintu ke pintu, suatu pokok yang diterima dengan baik oleh para orang tua, serta kenyataan bahwa perayaan tersebut “memecahkan teka-teki di daerah pedesaan di mana rumah-rumah dibangun terpisah setengah mil jaraknya”.
Kostum
Kostum-kostum Halloween secara tradisi menirukan tokoh-tokoh supranatural seperti vampir, monster, hantu, kerangka, penyihir, dan setan. Seiring berjalannya waktu, di Amerika Serikat pemilihan kostum diperluas hingga mencakup karakter-karakter populer dari arketipe umum, selebriti, dan fiksi seperti ninja dan putri raja.
Berdandan dengan kostum dan melakukan penyamaran merupakan hal yang lazim di Irlandia dan Skotlandia pada akhir abad ke-19.
Mengenakan kostum menjadi populer dalam pesta-pesta Halloween di Amerika Serikat pada awal abad ke-20, baik bagi orang dewasa maupun anak-anak. Kostum Halloween pertama yang diproduksi secara massal terlihat di toko-toko pada tahun 1930-an ketika trick-or-treating telah menjadi populer di Amerika Serikat.
Parade Halloween Newyork dimulai pada tahun 1974 oleh Ralph Lee, seorang pemain boneka dan pembuat topeng dari Greenwich Village. Acara tahunan tersebut merupakan pawai perayaan Halloween terbesar di dunia, dan salah satu pawai besar malam hari khas Amerika (bersama dengan Parade Cahaya Bintang Portland), yang menarik minat lebih dari 60 ribu peserta berkostum, 2 juta penonton, dan lebih dari 100 juta pemirsa televisi di seluruh dunia.
Celtic
Banyak orang mengira tradisi Halloween adalah festival hantu yang berasal dari Amerika. Ternyata kegiatan ini dianggap berasal dari cerita rakyat dan tradisi Celtic.
Perayaan Halloween ditandai dengan membuat labu berukir, kegiatan trik-or-treat, dan memakai kostum.
Melansir dari Cambridge School, Senin (31/10/2022) tradisi ini berasal dari festival Celtic kuno Samhain pada 1 November.
Perayaan ini untuk menandai transisi dari musim gugur ke musim dingin. Pada saat itulah orang percaya batas antara dunia hidup dan mati akan sirna.
Menurut warga Celtic, saat itulah jiwa orang mati akan pulang atau mengunjungi kembali rumah mereka.
Sumber lain menyebutkan, All Hallows’ Eve adalah pesta Kristen yang dipengaruhi oleh festival panen Celtic.
Awalnya, tradisi ini hanya dilakukan di pemukiman Katolik Irlandia kecil, hingga akhirnya bermigrasi ke Amerika selama masa kelaparan. (Hilal)



