linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Mandalika, Tempat Indah yang Menjadi Sirkuit Balapan
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Gaya Hidup > Mandalika, Tempat Indah yang Menjadi Sirkuit Balapan
Gaya Hidup

Mandalika, Tempat Indah yang Menjadi Sirkuit Balapan

Hilal Ahmad
14 Oktober 2023
Share
waktu baca 6 menit
Mandalika, punya pesona luar bisa.
Mandalika, punya pesona luar bisa.
SHARE

linimassa.id – Nama Mandalika kembali mencuat setelah beberapa hari ini digelar kompetisi balapan bergengsi level dunia.

Contents
ProyekIndahSirkuit Mandalika

Mandalika merupakan kawasan wisata seluas 20.035 hektar yang berlokasi di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Sejak 2017, Mandalika sudah diresmikan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata yang direncanakan dapat menjadi kawasan wisata.

Nama Mandalika berasal dari nama seorang tokoh legenda, yaitu Putri Mandalika yang dikenal dengan parasnya yang cantik. Setiap tahunnya, masyarakat Lombok Tengah merayakan upacara Bau Nyale, yaitu ritual mencari cacing laut yang dipercaya sebagai jelmaan dari Putri Mandalika.

Ada sebuah legenda tentang putri cantik dari tokoh suku Sasak terkemuka dan pesonanya menghipnotis semua lelaki, bahkan hingga luar Lombok.

Suatu ketika Putri Mandalika kewalahan menerima banyak pinangan para pelamar dan memutuskan untuk menenangkan diri dengan bersemedi. Keesokan harinya, Putri Mandalika mengumpulkan seluruh para lelaki yang menyukainya di Bukit Seger.

Alih-alih memilih satu lamaran, ternyata putri jelita tersebut justru menghempaskan badannya ke dalam gulungan ombak Pantai Seger dan menghilang tanpa ada jejak.

Uniknya, setelah sang putri menghilang, Pantai Seger kemudian dipenuhi oleh cacing laut berwarna-warni. Masyarakat lokal pun mempercayai cacing laut itu sebagai bentuk lain dari Putri Mandalika.

Dengan legenda Putri Mandalika, hadirlah perayaan upacara Bau Nyale yang selalu diadakan setiap tahunnya dan menarik perhatian wisatawan lokal hingga mancanegara.

Bau Nyale sendiri merupakan ritual mencari cacing laut yang diyakini sebagai jelmaan Putri Mandalika yang menghilang setelah terjun dari atas Bukit Seger ke Pantai Seger.

- Advertisement -
Ad imageAd image

 

Proyek

Kawasan Mandalika ini terletak di Kuta, Pujut, Lombok Tengah. Kawasan yang kemudian dikembangkan awalnya direncanakan sebagai proyek investasi oleh Emaar Properties dari Uni Emirat Arab dengan penandatanganan nota kesepahaman pada 19 Maret 2008.

Rencana tersebut kemudian dibatalkan dengan terjadinya resesi ekonomi dunia tahun 2008.

Pengajuan wilayah di Kuta sebagai suatu kawasan ekonomi khusus (KEK) kemudian dilakukan oleh pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan pemerintah Kabupaten Lombok Tengah pada tahun 2011 yang dalam prosesnya dibantu oleh pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

Pengajuan ini merupakan respon atas inisiatif pemerintah pusat terkait pembangunan pariwisata di NTB pada 22 Juli 2011.

SBY menyatakan bahwa pembangunan ini disesuaikan dengan Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Pembangunan Mandalika dicanangkan dengan anggaran awal sebesar Rp27 triliun yang mulai dikerjakan setidaknya pada 2011.

Sebuah upacara groundbreaking kemudian dilakukan pada 21 Oktober 2011 bersamaan dengan penandatanganan nota kesepahaman dengan beberapa mitra kontraktor di antaranya seperti Bali Tourism & Development Corporation (BTDC), Global Land Development, dan Canvas Development dari Rajawali Property Group.

Hatta Rajasa menyebutkan bahwa pembangunan Mandalika akan meningkatkan pendapatan daerah serta memberdayakan tenaga kerja lokal.

Pada 1 Agustus 2018, Otoritas Investasi Qatar menandatangani perjanjian investasi pengembangan Mandalika sebesar Rp7,2 triliun.

 

Indah

Mandalika memiliki keindahan yang alami. Mandalika dikenal dengan wisata pantai dan laut yang cantik karena wilayahya berada tepat menghadap ke Samudera Hindia.

KEK Mandalika ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2014 untuk menjadi KEK Pariwisata. Dengan luas area sebesar 1.035,67 Ha dan menghadap Samudera Hindia, Mandalika diharapkan dapat mengakselerasi sektor pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat.

KEK Mandalika menawarkan wisata bahari dengan pesona pantai dan bawah laut yang memukau. Mandalika memiliki banyak potensi pariwisata yang dapat dinikmati, seperti wisata pantai Kuta dan Tanjung Aan di mana wisatawan dapat melakukan snorkeling dan berselancar.

 

Sirkuit Mandalika

Sirkuit jalanan balap internasional yang dibangun untuk menjadi tuan rumah balap motor kelas dunia, MotoGP 2021, di Mandalika.

Kawasan hiburan dan olahraga yang terintegrasi di tengah sirkuit akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang ke MotoGP.

Pemilihan Mandalika sebagai sirkuit balap internasional sangat tepat. Karena sekaligus menjadi lokasi wisata yang memiliki kain tenun indah juga destinasi wisata alam, kuliner, hingga kekayaan budaya.

Mandalika memiliki banyak spot menarik nan instagenic dan bikin momen liburan makin berkesan. Pilihan pantai penuh pesona ditemukan di sini.

Sebut saja di Pantai Seger, Pantai Serenting, Pantai Mawi, Pantai Kuta Mandalika, dan Pantai Tanjung Aan. Sedangkan untuk menjelajahi budaya yang kaya makna, bisa mengunjungi Desa Sade dan Desa Ende untuk melihat proses pembuatan kain tenun songket, tradisi, hingga tarian adat yang super menarik.

Di sini tersedia homestay yang nyaman dan lekat dengan nuansa lokal hingga hotel dan resor mewah kelas internasional,

Mandalika juga punya aneka makanan lokal hingga hidangan internasional! Beberapa rekomendasi kuliner khas Mandalika yang menggugah selera antara lain, sate bulayak yang terbuat dari sate berbahan daging sapi bermandi bumbu rempah perpaduan kacang sangrai serta santan dan dihidangkan bersama lontong daun aren khas Lombok.

Ada juga sayur ares dari pelepah pisang, nasi balap puyung dengan lauk pauk super lengkap, serta sambal beberuk terung asam nan segar.

Jangan lupakan ayam taliwang, kombinasi bumbu pedas dengan rempah yang meresap dan sensasi bakar yang menggoda, jadi definisi makan sempurna di Mandalika. (Hilal)

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print

Terkini

Sungai Ciujung
Sungai Ciujung Tercemar, DLH Kabupaten Serang Temukan 4 Perusahaan Buang Air Limbah Olahan
News
PT ABM
Kejati Banten Kantongi Calon Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PT ABM
News
air bersih
BPBD Banten Distribusikan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Pandeglang
News
Sawah di Lebak
Ratusan Hektare Sawah di Lebak Terdampak Kekeringan
News
Siswa di Pandeglang
11 Ribu Siswa di Pandeglang Tak Melanjutkan Pendidikan, Ini yang Dilakukan Disdikpora
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan