linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Majalah Pertama di Dunia, Cari Tahu Yuk
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Gaya Hidup > Majalah Pertama di Dunia, Cari Tahu Yuk
Gaya Hidup

Majalah Pertama di Dunia, Cari Tahu Yuk

Hilal Ahmad 23 September 2023
Share
waktu baca 7 menit
Majalah pertama di dunia.
Majalah pertama di dunia.
SHARE

linimassa.id – Sebelum website bermunculan seperti jamur di musim hujan, dahulu majalah adalah yang paling sering dibaca untuk mendapatkan informasi selain surat kabar.

Contents
PertamaRevolusiIndonesia

Saat ini, keberadaan majalah justru sangat langka dan banyak yang merasa asing dengan media cetak satu ini.

Biasanya, media massa berjenis majalah biasanya terbit setiap minggu, setiap dua minggu, atau bahkan setiap bulan.

Menurut Soeatminah (1987), majalah merupakan terbitan secara berkala yang berisi artikel-artikel dan terbitan untuk waktu yang tidak terbatas serta mempunyai nomor urut.

Keberadaan majalah ini muncul tidak lama setelah surat kabar muncul. Di Indonesia, keberadaan majalah mempunyai sejarah yang cukup lama dan dibagi menjadi empat periode, yakni pada awal kemerdekaan, zaman orde lama, zaman orde baru, dan zaman reformasi.

Majalah biasanya terbit dengan sasaran atau khalayak yang sudah ditentukan sebelumnya. Redaksi sudah menentukan sejak awal siapa yang akan menjadi pembacanya, apakah anak-anak, remaja, wanita dewasa, pria dewasa, atau bahkan pembaca umum.

Sasaran pembaca tidak hanya didasarkan pada usia dan jenis kelamin saja, tetapi juga profesi seperti pelaku bisnis atau petani.

Hal yang membedakan antara majalah dengan surat kabar yang paling mencolok adalah sampul dalam majalah biasanya terdapat wajah manusia selaku modelnya dan dirancang secara khusus.

Bentuk majalah cenderung mirip buku karena memang dijilid sedemikian rupa, sementara ukuran kertas untuk surat kabar cenderung lebih besar dan lebar.

 

- Advertisement -
Ad imageAd image

Pertama

Secara general, majalah adalah kumpulan berita, artikel, cerita, hingga iklan yang dicetak dalam lembaran kertas kemudian dijilid menjadi bentuk buku, dengan diterbitkan secara berkala, biasanya seminggu sekali, dua minggu sekali atau bahkan satu bulan sekali.

Ada banyak versi mengenai majalah pertama yang terbit di dunia. Ada yang menyebut, majalah pertama yang terbit di dunia adalah Gentleman’s Magazine pada 1731 yang kala itu terbit di Inggris.

Majalah bertajuk Gentleman’s Magazine ini berisikan berbagai topik, mulai dari sastra, fiksi, humor, essai politik, musik, biografi tokoh, hingga kritisisme.

Sumber lain yakni Encyclopedia Americana menyebut, majalah sudah terbit sejak 1665 di Perancis, dengan tajuk Le Journal de Savants.

Majalah ini mempunyai bentuk berupa sisipan di sebuah surat kabar. Majalah periodik ini berisikan berita-berita penting, terutama dari berbagai buku dan penulis, mulai dari adanya komentar seni, filsafat, hingga IPTEK.

Pada sekitar tahun 1709 hingga 1711, terbitlah majalah bertajuk Tatler, kemudian disusul dengan terbitnya majalah bertajuk The Spectator pada tahun selanjutnya, yaitu 1711-1712.

Majalah bertajuk Gentleman’s Magazine yang sebelumnya dibahas lebih cocok disebut sebagai majalah umum yang pertama kali terbit sekaligus tampil lebih modern, selain itu juga dapat bertahan cukup lama hingga tahun 1901.

Seorang editor majalah Gentleman’s Magazine, bernama Edward Cave dengan nama pena “Sylvanus Urban”, menjadi sosok pertama yang menggunakan istilah “magazine”.

Pada 1741, di daerah Philadelphia, terbitlah majalah Amerika pertama, yakni American Magazine. Majalah ini dimiliki oleh William Bradford.

Ada juga majalah bertajuk General Magazine and Historical Chronicle yang dimiliki oleh Ben Franklin. Namun sayangnya, kedua majalah tersebut tidak bertahan lama.

American Magazine hanya bertahan selama tiga bulan, sementara majalah General Magazine and Historical Chronicle bertahan selama enam bulan.

 

Revolusi

Sebelum terjadi Revolusi Amerika, banyak penerbit yang mencoba mempopulerkan majalah di kalangan masyarakat. Namun sayangnya, upaya tersebut gagal.

Banyak faktor yang mempengaruhi mengapa majalah kurang populer pada kala itu, misalnya terlalu sedikit masyarakat selaku pembaca yang memiliki waktu senggang untuk membaca, tingginya biaya penerbitan, hingga sistem distribusi yang mahal.

Tepat pada saat terjadi Revolusi Amerika, majalah justru menjadi alat politik. Contohnya, Thomas Paine yang kala itu menjadi editor majalah Pennsylvania Magazine, mengedit informasi yang mendesak revolusi.

Pada saat itu juga, banyak majalah yang disebut sebagai Miscellanies atau majalah dengan berbagai macam isi, sebab dalam majalah itu memuat beragam konten dan mencoba menarik pembaca dari berbagai kalangan.

Setelah Revolusi Amerika berakhir, baru lah majalah mulai perlahan “berhasil” secara ekonomi. Hal tersebut disebabkan karena sistem Pos Amerika Serikat meningkat, sehingga lebih banyak orang yang menghargai keberadaan literatur sebagai bentuk pengetahuan dan hiburan menjadi hal penting, sehingga menjadikan majalah tumbuh sebagai media massa utama terutama pada tahun 1800-an.

Hingga pada tahun 1879, majalah tidak diberi biaya tambahan dalam tarif posnya sehingga banyak majalah dapat berumur panjang.

Kemudian, pada awal tahun 1800-an, ada sebuah majalah baru bertajuk Saturday Evening Post, yang berisikan konten berupa sejarah, politik, seni, cerita pendek, travel, hingga serial dan diterbitkan setiap minggu. Hal ini memunculkan sebuah tren baru terhadap “Miscellanies Sastra”.

Selanjutnya, terbit juga majalah wanita Amerika pertama bertajuk Ladies Magazine yang berpusat di Boston, milik Sarah Josepha Hale. Kemunculan majalah wanita ini kemudian segera diikuti oleh majalah serupa bertajuk Godey’s Lady’s Book.

Pada tahun 1923, Henry Luce dan Briton Hadden memulai majalah Time yang secara tidak langsung mengantarkan Time Inc untuk menerbitkan Life, yakni sebuah majalah jurnalistik foto bergambar.

 

Indonesia

Khusus di Indonesia, menurut sumber literatur dari laman milik Grup Kompas Gramedia (KG), grid.id sejarah majalah ada dalam empat periode. Keempat periode itu adalah awal kemerdekaan, orde lama, orde baru, dan masa reformasi.

Di Indonesia, keberadaan majalah awalnya hanya mengandung konten khusus. Pemerintah Hindia Belanda merilis majalah pertama di Indonesia pada 1853.

Majalah itu membahas mengenai antropologi. Di zaman mendekati kemerdekaan Republik Indonesia pada 1945, mayoritas majalah yang terbit berisi konten politik.

Di zaman kemerdekaan Indonesia, makin banyak juga majalah yang terbit dengan isi berbahasa Jawa. Sementara, di zaman orde baru dan masa reformasi, setidaknya ada 14 kategorisasi konten majalah.

Kategorisasi itu antara lain majalah berita, majalah keluarga, majalah wanita, majalah pria, majalah anak-anak, majalah remaja pria, majalah umum, majalah olahraga hingga majalah olahraga. (Hilal)

Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
26 November 2025
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Terkini

SPPG Karangtanjung
Dapur MBG SPPG Karangtanjung Belum Kantongi Sertifikat Higiene, Operasional Tetap Berjalan
News
Pemkot Serang
Tangani Banjir di Berbagai Wilayah, Pemkot Serang Ajukan Bantuan ke Provinsi dan Pusat
News
Tambang ilegal di Cilegon
Pemprov Banten Tutup Tambang Ilegal di Cilegon, Satgas Petakan Lokasi di Ciwandan dan JLS
News
Rekonstruksi
Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Anak Kader PKS Dilaksanakan Tertutup di BBS 3
News
Huntara Cigobang
Bertahan Menginap di Kantor Bupati, Warga Huntara Cigobang Tuntut Kejelasan Hunian Permanen
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?