PANDEGLANG, LINIMASSA.ID – Seluas ratusan hektare sawah di Pandeglang, Provinsi Banten, terdampak banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi.
Sedikitnya delapan kecamatan dilaporkan terkena dampak, dengan total luas sawah yang tergenang air mencapai kurang lebih 970 hektare.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terjadinya gagal panen di sejumlah wilayah.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Pandeglang, Nuridawati, mengungkapkan bahwa banjir terjadi karena faktor hidrometeorologi.
Informasi ini sejalan dengan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait tingginya curah hujan belakangan ini, yang tentu berdampak pada areal sawah di Pandeglang.
“Curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan terjadinya banjir di beberapa wilayah. Ada delapan kecamatan yang terdampak, yakni Panimbang, Cisata, Saketi, Carita, Pagelaran, Patia, Picung, serta Cikeusik,” ujar Nuridawati, Senin (5/1/2025).
Menurutnya, sawah yang tergenang merupakan lahan pertanian milik warga dengan usia tanaman padi antara 15 hingga 30 hari setelah tanam. Beberapa varietas padi yang terdampak di antaranya Ciherang 432 dan M70D.
“Untuk sementara, total lahan sawah yang terendam banjir diperkirakan mencapai 970 hektare. Seluruhnya adalah lahan garapan petani,” jelasnya.
Sawah di Pandeglang Terancam Puso
Ia menambahkan, pihaknya masih menunggu hasil pendataan resmi dari petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Provinsi Banten guna memastikan luas lahan sawah di Pandeglang yang benar-benar mengalami puso atau gagal panen.
“Apabila hasil pendataan menyatakan adanya puso, kami akan segera mengajukan bantuan Cadangan Benih Daerah ke Pemerintah Provinsi Banten,” katanya.
Berdasarkan pemantauan awal, lahan yang berpotensi gagal panen diperkirakan sekitar 20 hektare. Namun demikian, angka tersebut masih dapat berubah karena menunggu kondisi tanaman setelah genangan air surut.
“Sampai saat ini belum ada laporan resmi terkait gagal panen. Masih sebatas potensi,” ungkap Nuridawati.
Ia juga menegaskan bahwa data luas sawah terdampak masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan.
Sebagai catatan, pada tahun sebelumnya banjir di Pandeglang sempat merendam sekitar 2.000 hektare sawah yang tersebar di 12 kecamatan.
“Untuk sementara angkanya sekitar 970 hektare, dan akan kami sesuaikan dengan laporan terbaru,” tutupnya.



