SERANG, LINIMASSA.ID – Musim kemarau menyebabkan puluhan kecamatan di Banten mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 55 dari total 155 kecamatan di Provinsi Banten terdampak kekeringan.
Kondisi puluhan kecamatan di Banten tersebut menjadi perhatian Polda Banten bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.
Sejumlah langkah disiapkan untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah terdampak tetap terpenuhi.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, hingga saat ini terdapat 55 kecamatan di Banten yang telah mengalami kekurangan pasokan air bersih.
“55 kecamatan dari 155 kecamatan sudah kekurangan air bersih,” ujar Hengki setelah mengikuti Apel Kesiapsiagaan Tanggap Bencana di Mapolda Banten, Senin, 3 Agustus 2026.
Berdasarkan hasil pemantauan, Kabupaten Lebak menjadi salah satu daerah dengan dampak kekeringan paling luas. Selain Lebak, krisis air bersih juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang, Kota Cilegon, dan Kabupaten Pandeglang.
“Kalau saya monitor yang paling banyak di Lebak. Ada juga di Tangerang, Cilegon, dan Pandeglang. Semua sudah bergerak, mudah-mudahan masyarakat bisa segera terbantu,” katanya.
55 Kecamatan di Banten Kekeringan
Untuk membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari warga di kecamatan di Banten, Polda Banten menyiapkan kendaraan water cannon sebagai sarana pendistribusian air bersih.
Kendaraan yang selama ini digunakan dalam pengamanan aksi unjuk rasa tersebut akan dialihkan fungsinya untuk menjangkau desa-desa yang mengalami kekeringan.
Menurut Hengki, air akan diambil dari sumber yang tersedia, kemudian dibawa dan disalurkan langsung ke wilayah yang membutuhkan. Penyaluran dilakukan berdasarkan laporan masyarakat maupun informasi mengenai kekeringan yang beredar melalui media sosial.
“Air diisi dari sumber yang tersedia, kemudian langsung disalurkan ke desa-desa yang mengalami kekeringan berdasarkan laporan masyarakat maupun informasi yang beredar di media sosial,” ujarnya.
Kapolda juga mengajak masyarakat segera melapor melalui layanan Call Center Polri 110 apabila membutuhkan bantuan air bersih. Ia menegaskan, layanan tersebut tidak hanya digunakan untuk menyampaikan laporan terkait gangguan keamanan dan tindak kejahatan.
“Hubungi Call Center 110. Call Center itu aduan tidak hanya gangguan kamtibmas tentang kejahatan, tetapi masyarakat membutuhkan air bersih,” katanya.
Hengki memastikan jajaran kepolisian akan menindaklanjuti setiap laporan terkait kebutuhan air bersih secara cepat. Masyarakat pun diminta tidak ragu memberikan informasi apabila mengetahui adanya wilayah yang terdampak kekeringan dan memerlukan bantuan.

