LEBAK, LINIMASSA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak terus mengintensifkan upaya pencegahan dan penanganan stunting pada anak usia balita. Hingga September 2026, jumlah balita yang tercatat mengalami stunting di Kabupaten Lebak mencapai 4.923 anak.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, jumlah tersebut setara dengan 4,91 persen dari total 100.302 balita yang telah menjalani pengukuran.
Sekretaris Dinkes Kabupaten Lebak, Endang Komarudin, menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menekan angka stunting melalui berbagai program yang melibatkan sejumlah pihak terkait.
Menurutnya, penanganan stunting menjadi salah satu perhatian Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya, sehingga upaya pencegahan dan penanganannya terus diperkuat melalui kerja sama lintas sektor.
“Bapak Bupati memiliki perhatian besar terhadap penanganan balita stunting,” ujar Endang, Jumat, 8 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, sejumlah program telah disiapkan untuk menekan angka stunting. Upaya tersebut antara lain pemberian Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK), penyediaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal, serta pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri.
Selain itu, pemeriksaan atau skrining juga menjadi bagian dari langkah yang dilakukan untuk mendukung deteksi dini dan pencegahan stunting.
Endang menuturkan, stunting merupakan persoalan yang perlu mendapat perhatian serius karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan fisik anak. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, serta aspek mental anak.
Karena itu, pemenuhan gizi dan upaya pencegahan sejak dini dinilai penting untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Penanganan Stunting Butuh Kerja Sama Lintas OPD
Endang menegaskan bahwa upaya menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Lebak tidak dapat dibebankan hanya kepada Dinas Kesehatan. Diperlukan keterlibatan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing.
Ia menyebutkan, koordinasi dengan sejumlah pihak terkait telah dilakukan untuk menyatukan langkah dalam mempercepat penanganan stunting di wilayah Kabupaten Lebak.
“Penanganan stunting tidak bisa hanya dilakukan oleh satu OPD. Semua perangkat daerah yang berkaitan harus bergerak bersama. Koordinasi dengan pihak-pihak terkait juga sudah kami lakukan,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi lintas sektor, Pemkab Lebak berharap berbagai program pencegahan dan penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif. Dengan demikian, angka stunting di daerah tersebut diharapkan terus menurun dan kualitas kesehatan anak semakin meningkat.

