linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: 379 Warga Pandeglang Terinfeksi HIV/AIDS, Mayoritas Akibat Hubungan Seksual Sesama Jenis
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > News > 379 Warga Pandeglang Terinfeksi HIV/AIDS, Mayoritas Akibat Hubungan Seksual Sesama Jenis
News

379 Warga Pandeglang Terinfeksi HIV/AIDS, Mayoritas Akibat Hubungan Seksual Sesama Jenis

Andra 20 Oktober 2025
Share
waktu baca 4 menit
Warga Pandeglang terinfeksi HIV/AIDS
379 Warga Pandeglang terinfeksi HIV/AIDS
SHARE

PANDEGLANG, LINIMASSA.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang mencatat terdapat 379 warga Pandeglang terinfeksi HIV/AIDS hingga bulan September 2025.

Angka tersebut baru mencapai 68,7 persen dari target yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), yaitu sebanyak 552 Orang dengan Infeksi HIV (ODIHIV) yang harus ditemukan di wilayah Pandeglang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pandeglang, Dian Handayani, mengungkapkan bahwa penyebab utama warga Pandeglang terinfeksi HIV/AIDS ini berasal dari hubungan seksual antara sesama pria (LSL).

“Penyebabnya beragam, tapi yang paling dominan saat ini adalah laki-laki yang berhubungan seks dengan sesama jenis,” jelasnya pada Senin, 20 Oktober 2025.

Selain LSL, Dian menyebutkan bahwa penyebaran warga Pandeglang terinfeksi HIV/AIDS juga dapat terjadi melalui aktivitas prostitusi, penggunaan jarum suntik narkoba, serta dari ibu kepada anak, meskipun kasus dari dua jalur terakhir terbilang rendah.

“Penularan dari ibu ke bayi jumlahnya sangat kecil. Untuk kasus dari pengguna narkoba juga mulai menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dulu memang banyak, tapi sekarang sudah berkurang,” tambahnya.

Dari total kasus yang terdata, sebanyak 266 orang masih secara aktif menjalani terapi antiretroviral (ARV). Sisanya diketahui telah meninggal dunia atau tidak lagi mengikuti perawatan.

“Itu merupakan akumulasi dari beberapa tahun ke belakang. Saat ini ada 266 pasien yang masih aktif berobat,” ujarnya.

Warga Pandeglang Terinfeksi HIV/AIDS, Ini Upaya Dinkes

Warga Pandeglang terinfeksi HIV/AIDS
Warga Pandeglang terinfeksi HIV/AIDS berdasarkan keterangan Dinkes

Guna menunjang perawatan pasien warga Pandeglang terinfeksi HIV/AIDS, Dinkes Pandeglang menyediakan tujuh layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) yang tersebar di Puskesmas Cadasari, Saketi, Labuan, Panimbang, RSUD Berkah Pandeglang, RS Aulia, serta RS Labuan yang sedang dikembangkan oleh Pemprov Banten.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Dian menegaskan bahwa hubungan seksual berisiko, baik heteroseksual maupun homoseksual, masih menjadi penyebab terbesar penularan HIV. Selain itu, penggunaan jarum suntik tidak steril dan transfusi darah yang terkontaminasi juga bisa menjadi sumber penularan, walaupun saat ini risikonya telah menurun berkat skrining ketat pada pendonor.

“HIV menular melalui hubungan intim yang tidak aman, pemakaian jarum suntik bersama, transfusi darah yang terinfeksi, serta dari ibu ke anak saat kehamilan, persalinan, atau menyusui,” paparnya.

Gejala HIV pun bervariasi tergantung bagian tubuh mana yang terdampak. Beberapa pasien mengalami gangguan pada kulit, infeksi saluran pernapasan seperti tuberkulosis (TBC), hingga kehilangan berat badan secara drastis.

“Ciri-cirinya bisa berupa diare berkepanjangan, muncul bercak putih di lidah, hingga infeksi jamur di mulut. Tapi setiap individu bisa menunjukkan gejala yang berbeda-beda,” ungkapnya.

Dian mengimbau masyarakat yang merasa pernah melakukan aktivitas berisiko, seperti seks bebas atau penggunaan narkoba suntik, agar segera melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat.

“Segera periksa ke puskesmas. Bila hasilnya positif, akan kami rujuk ke salah satu dari tujuh layanan pengobatan yang sudah tersedia,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan stigma negatif kepada penderita HIV serta meningkatkan kewaspadaan terhadap perilaku yang berpotensi menularkan virus.

“Dulu penyebaran warga Pandeglang terinfeksi HIV/AIDS banyak lewat narkoba suntik, sekarang justru bergeser ke LSL. Ini harus jadi alarm bagi kita semua,” tutup Dian.

Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
26 November 2025
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Terkini

SPPG Karangtanjung
Dapur MBG SPPG Karangtanjung Belum Kantongi Sertifikat Higiene, Operasional Tetap Berjalan
News
Pemkot Serang
Tangani Banjir di Berbagai Wilayah, Pemkot Serang Ajukan Bantuan ke Provinsi dan Pusat
News
Tambang ilegal di Cilegon
Pemprov Banten Tutup Tambang Ilegal di Cilegon, Satgas Petakan Lokasi di Ciwandan dan JLS
News
Rekonstruksi
Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Anak Kader PKS Dilaksanakan Tertutup di BBS 3
News
Huntara Cigobang
Bertahan Menginap di Kantor Bupati, Warga Huntara Cigobang Tuntut Kejelasan Hunian Permanen
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?