PANDEGLANG, LINIMASSA.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang mencatat, sebanyak 10 unit rumah di Pandeglang ambruk dalam rentang waktu dua hari, yakni pada 18–19 Desember 2025.
Peristiwa robohnya rumah tersebut disebabkan oleh cuaca ekstrem, berupa hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang.
Selain itu, sebagian rumah di Pandeglang diketahui sudah mengalami pelapukan, sehingga tidak mampu menahan beban ketika tertimpa pohon tumbang.
Sepuluh rumah yang mengalami kerusakan tersebar di tujuh kecamatan, meliputi Kecamatan Saketi, Kaduhejo, Picung, Pagelaran, Cibitung, Cipeucang, dan Karangtanjung.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBDPK Pandeglang, Lilis Sulistiyati, menjelaskan bahwa laporan rumah di Pandeglang roboh diterima selama dua hari berturut-turut.
“Kejadian tersebut terjadi pada tanggal 18 dan 19 Desember 2025, bersamaan dengan cuaca buruk yang melanda wilayah Pandeglang,” ujarnya, Minggu, 21 Desember 2025.
Ia menyebutkan, dalam periode tersebut BPBDPK tidak hanya menerima laporan banjir, tetapi juga sejumlah kejadian rumah ambruk akibat tertimpa pohon serta kondisi bangunan yang sudah tidak layak huni.
“Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Namun, para pemilik rumah terpaksa kehilangan tempat tinggal,” katanya.
Rumah di Pandeglang Roboh
Berdasarkan hasil asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBDPK, sebaran rumah di Pandeglang ambruk meliputi dua unit di Kecamatan Saketi, dua unit di Kecamatan Kaduhejo, dua unit di Kecamatan Picung, serta masing-masing satu unit di Kecamatan Pagelaran, Cibitung, Cipeucang, dan Karangtanjung.
Lilis menambahkan, hasil asesmen tersebut akan ditindaklanjuti dengan penerbitan surat keterangan dan diteruskan ke Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Pandeglang.
“Selain asesmen, kami juga menyalurkan bantuan logistik darurat. Pemerintah desa setempat kami arahkan untuk mengajukan proposal bantuan rumah roboh akibat bencana,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang, Tb Agus Khatibul Umam, turut menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa warga.
“Kami berharap sepuluh rumah di Pandeglang yang ambruk ini dapat segera ditangani dan masuk dalam skala prioritas, sehingga para korban bisa kembali memiliki hunian yang layak,” ujarnya.



