linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Kemenag Mendorong Syiar Ramadan yang Nyaman dengan Speaker dalam
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Khazanah > Kemenag Mendorong Syiar Ramadan yang Nyaman dengan Speaker dalam
Khazanah

Kemenag Mendorong Syiar Ramadan yang Nyaman dengan Speaker dalam

Arief 13 Maret 2024
Share
waktu baca 2 menit
Khutbah Teraweh di Sarankan Menggunakan Speaker Dalam
Khutbah Teraweh di Sarankan Menggunakan Speaker Dalam
SHARE

linimassa.id – Kementerian Agama (Kemenag) mendorong agar syiar Ramadan dilakukan dengan nyaman dan mengimbau untuk cukup menggunakan speaker dalam. Hal ini sejalan dengan penerbitan surat edaran (SE) Nomor: SE. 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Mushala.

Contents
Aturan Penggunaan Pengeras SuaraMenciptakan Suasana Syahdu

Kemenag menegaskan bahwa SE tersebut tidak bertujuan untuk melarang penggunaan pengeras suara atau membatasi syiar Ramadan. Sebaliknya, tujuan SE ini adalah untuk menciptakan ketenteraman, ketertiban, dan kenyamanan bersama dalam syiar di tengah masyarakat yang beragam, baik dari segi agama maupun latar belakangnya.

Aturan Penggunaan Pengeras Suara

Surat edaran tersebut mengatur penggunaan pengeras suara baik dalam maupun luar masjid. Salah satu poin yang diatur adalah penggunaan pengeras suara dalam pelaksanaan salat tarawih, ceramah/kajian Ramadan, dan tadarus Al Quran agar mengarah ke dalam.

“Edaran ini tidak melarang menggunakan pengeras suara. Silakan Tadarrus Al Quran menggunakan pengeras suara untuk jalannya syiar,” ujar Jubir Kemenag, Anna Hasbie, pada Senin (12/3/2024).

Anna menjelaskan bahwa SE tersebut bukanlah pedoman baru, karena sudah ada sejak 1978 dalam bentuk Instruksi Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor: Kep/D/101/1978. Aturan tersebut menegaskan bahwa saat Ramadhan, baik siang maupun malam hari, bacaan Al Quran menggunakan pengeras suara ke dalam.

Menciptakan Suasana Syahdu

Menurut Anna, kegiatan tadarus, tarawih, dan qiyamul-lail sangat dianjurkan dalam Ramadan, sehingga SE tersebut tidak dimaksudkan untuk membatasi syiar Ramadan. Penggunaan pengeras suara diatur agar suasana Ramadan menjadi lebih syahdu.

“Kalau suaranya terlalu keras, apalagi antar-masjid saling berdekatan, suaranya justru saling bertabrakan dan menjadi kurang syahdu. Kalau diatur, Insya Allah menjadi lebih syahdu, lebih enak didengar, dan jika sifatnya ceramah atau kajian juga lebih mudah dipahami,” tutur Anna.

Dengan adanya SE ini, diharapkan pelaksanaan syiar Ramadan di seluruh wilayah Indonesia dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. (AR)

Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Terkini

SPPG
Sajikan Menu Tak Sesuai Standar, 2 SPPG di Banten Dihentikan Operasinya
News
Literasi
Literasi Banten Raih Peringkat Dua IPLM 2025, Jadi Peluang Strategis untuk Melompat Lebih Jauh
News
Ayatollah Ali Khamenei
Biografi Singkat Ayatollah Ali Khamenei: Tokoh Sentral Politik Iran yang Gugur dalam Serangan AS–Israel
News
Danau Retensi KP3B
Ngabuburit Asyik di Danau Retensi KP3B, Sekaligus Belajar Keselamatan di Air
News
Iran
Iran Umumkan Perang terhadap AS dan Israel setelah Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?