Dalam tur berjalan kaki, peserta diajak untuk mengenal beberapa bangunan heritage di Kota Bogor. Founder Bogor Historical Walk, Ramadhian Fadillah, memberikan penjelasan seputar sejarah beberapa bangunan penting di kota ini, dilengkapi dengan foto-foto dan peta masa lampau.
Ramadhian menjelaskan sejarah Stasiun Bogor yang telah berdiri sejak 1881, Taman Wilhelmina yang mengalami transformasi fungsi, dan kisah di balik kantor polisi yang awalnya Hotel Du Chemin De Fer. Peserta juga diajak berhenti di Gereja Katedral Budi Mulya yang awalnya merupakan panti asuhan campuran Belanda – Indonesia sebelum berubah menjadi gereja pada tahun 1904.
Taman Wilhelmina, yang dahulu menjadi ruang terbuka hijau, kini telah dikembalikan fungsi aslinya sebagai taman. Hal ini merupakan salah satu upaya revitalisasi dari Wali Kota Bima Arya untuk melestarikan warisan sejarah Kota Bogor.
Peserta juga mendengarkan kisah seputar pertempuran saat Kapten Muslihat gugur, yang terjadi di depan Polresta Bogor Kota, yang dulunya merupakan markas tentara Inggris setelah Jepang kalah. Perjalanan juga melibatkan area perbankan Jalan Ir. H. Juanda, yang dahulu merupakan tempat eksklusif bagi orang-orang Eropa.
Tur sejarah diakhiri di Balai Kota, yang sejak dulu menjadi kantor pemerintahan. Bima Arya berharap tur sejarah ini memberikan wawasan yang mendalam kepada peserta Project 100 tentang kaya akan sejarah dan heritage Kota Bogor.
“Kami menceritakan beberapa bangunan heritage di Kota Bogor karena Bogor kan kota yang kaya akan sejarah.” Ujar Ramadhian Fadillah (AR)