linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: 147 Kasus HIV di Kota Serang, KPA Jelaskan Faktor Pemicu
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Gaya Hidup > 147 Kasus HIV di Kota Serang, KPA Jelaskan Faktor Pemicu
Gaya Hidup

147 Kasus HIV di Kota Serang, KPA Jelaskan Faktor Pemicu

Andra 19 November 2025
Share
waktu baca 2 menit
HIV di Kota Serang
Ilustrasi di Kota Serang tinggi
SHARE

SERANG, LINIMASSA.ID – Kasus HIV di Kota Serang tinggi, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Serang mengungkapkan sejumlah faktor yang menyebabkan hal itu terjadi.

Berdasarkan catatan KPA Kota Serang, hingga tahun 2025 ditemukan 147 kasus HIV baru. Angka tersebut menambah total temuan sejak Kota Serang berdiri hingga 2025 menjadi 405 kasus.

Sekretaris KPA Kota Serang, Teja Ratri, menjelaskan bahwa kelompok laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL) atau gay menjadi penyumbang kasus HIV di Kota Serang terbanyak dibanding kelompok lain seperti waria, pekerja seks perempuan, ibu rumah tangga, maupun warga binaan lapas.

“Kasus terbanyak masih berasal dari kelompok LSL,” ujar Teja, Rabu 19 November 2025.

Ia menyebutkan, HIV di Kota Serang disebabkan karena jumlah gay yang tercatat berada dalam rentang 100 hingga hampir 200 orang, termasuk sebagian pendatang.

Persebaran kasus HIV di Kota Serang ditemukan di semua kecamatan, namun Kecamatan Serang menjadi wilayah dengan jumlah tertinggi karena adanya akumulasi kasus dari tahun ke tahun.

Teja memaparkan bahwa peningkatan kasus dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari perilaku berisiko, sudut pandang terkait agama dan keyakinan, hingga ketidakpatuhan pasien terhadap pengobatan.

“Masih ada pasien yang belum mengakses terapi ARV. Sekitar 15 persen tercatat putus berobat,” jelasnya.

Selain itu, sebagian pasien HIV di Kota Serang mengaku kurang nyaman saat datang ke fasilitas kesehatan atau merasakan efek samping obat sehingga memilih menghentikan terapi.

Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
26 November 2025
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Terkini

SPPG Karangtanjung
Dapur MBG SPPG Karangtanjung Belum Kantongi Sertifikat Higiene, Operasional Tetap Berjalan
News
Pemkot Serang
Tangani Banjir di Berbagai Wilayah, Pemkot Serang Ajukan Bantuan ke Provinsi dan Pusat
News
Tambang ilegal di Cilegon
Pemprov Banten Tutup Tambang Ilegal di Cilegon, Satgas Petakan Lokasi di Ciwandan dan JLS
News
Rekonstruksi
Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Anak Kader PKS Dilaksanakan Tertutup di BBS 3
News
Huntara Cigobang
Bertahan Menginap di Kantor Bupati, Warga Huntara Cigobang Tuntut Kejelasan Hunian Permanen
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?