linimassa.id – Setiap sekolah atau kampus pasti pernah melakukan ini, study tour. Kerap dikenal sebagai wisata sekolah, ini adalah aktivitas di luar ruangan kelas yang memiliki tujuan untuk belajar mengenai proses suatu hal secara langsung.
Aktivitas ini biasanya dilakukan oleh sekolah sekali dalam satu tahun. Selain menjadi sarana belajar para siswa, kegiatan ini menjadi sebuah kegiatan berekreasi. Proses belajar dalam kegiatan ini berbeda karena para murid akan mengunjungi obyek secara langsung.
Proses belajar mengenai teori-teori di dalam kelas memiliki banyak perbedaan dibandingkan belajar tentang sebuah teori sambil melihat langsung obyek dari teori tersebut.
Hal itulah yang menyebabkan banyak instansi pendidikan yang menyelenggarakan kegiatan tersebut. Selain memiliki kesan menarik, tetapi juga mendapatkan berbagai manfaat dari kegiatan ini.
Manfaat
Untuk kegiatan wisata edukasi dengan durasi 1 hari atau full day tour, biasa sisebut kegiatan fieldtrip. Sedangkan untuk kegiatan wisata edukasi yang memakan waktu lebih dari satu hari dan menginap, biasa dikenal sebagai study tour program. Manfaatnya antara lain :
- Pengalaman di Luar Kelas
Tidak semua hal mengenai proses belajar dapat dihadirkan dalam sebuah kelas. Hal ini merupakan peran penting aktivitas tersebut karena dengan kegiatan ini dapat memecahkan masalah dengan bertemu langsung dengan obyek penelitiannya.
- Informasi Langsung
Membaca buku saja tidak akan cukup untuk memahami sebuah permasalahan. Siswa pasti akan merasakan kebosanan dan tidak dapat meresap penjelasan yang ada dalam buku. Dengan aktivitas ini siswa dapat terjun langsung ke lapangan untuk melihat obyek-obyek pembelajaran dan pembelajaran akan mudah dimengerti. Murid akan mendapatkan informasi secara faktual, karena langsung bertemu dengan sumber pembelajaran.
- Pengalaman Menarik
Proses belajar seperti ini akan memberikan pengalaman yang berbeda bagi para murid. Selain mendapatkan ilmu, murid juga akan mendapatkan pengalaman baru yang dapat menjadi bekal pembelajaran ke jenjang selanjutnya.
- Meningkatkan Minat Belajar
Dengan melakukan kunjungan-kunjungan ke suatu lokasi obyek tertentu yang memiliki nilai pembelajaran dapat membuka wawasan para murid yang bisa ditemukan secara langsung. Dengan itu minat belajar akan meningkat karena murid mendapatkan kesan belajar yang berbeda.
- Kesadaran Lingkungan
Jika melakukan proses belajar di luar ruangan kelas maka akan bertatapan langsung terhadap alam sekitar. Murid akan melakukan pengamatan mengenai obyek yang ada dalam lingkungan agar lebih mengenal karakteristik dan hal lain yang berhubungan dengan obyek penelitian.
- Menumbuhkan Minat
Dengan study tour, murid akan mengenal lebih luas tentang dunia. Siswa akan lebih banyak mengenal bidang-bidang dalam Pekerjaan dan rutinitas masyarakat luas. Hal itu akan menumbuhkan dan mempertajam cita-cita yang diinginkan. Orang-orang baru yang ada di sekitar lingkungan akan membuka wawasan baru untuk menambah pengetahuannya.
Keterampilan Sosial
Study tour juga dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan sosial, seperti kerjasama, komunikasi, dan toleransi, karena mereka akan berinteraksi dengan orang-orang baru di lingkungan sekitar.
Aktivitas ini biasanya dilakukan oleh sekolah sekali dalam satu tahun.
Beberapa contoh program study tour yang bisa dipilih oleh sekolah adalah Week Without Walls Program, yang merupakan program wisata edukasi dengan durasi minimal 5 hari di mana siswa terlibat aktif dalam kesempatan pelayanan masyarakat dan kegiatan pembelajaran di luar kelas. Destinasi yang bisa menjadi pilihan untuk program study tour ini diantaranya adalah Malang, Bandung, Bali, Yogyakarta, Danau Toba, Tanjung Puting, Makasar, Labuan Bajo, dan Overland.
Salah satu manfaat study tour yaitu untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa tentang berbagai hal di lapangan. Biasanya hampir setiap sekolah mengadakan berbagai tour untuk kegiatan di luar sekolah.
Dengan study tour ini siswa memiliki kesempatan untuk melihat secara langsung objek atau fenomena yang sebelumnya mereka pelajari melalui buku teks atau presentasi di kelas.
Mengutip dari buku Buku Ajar Pendidikan dalam Keperawatan, Ns. Roymond, H. Simamora, M.Kep, 2008, halaman: 60, study tour adalah metode mengajar dengan mengajak para siswa mengunjungi suatu objek yang berguna untuk memperluas pengetahuan. Beberapa manfaat study tour juga penting diketahui para ibu, agar tidak salah mengira.
Laman Kumparan menyebut, study tour memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar secara langsung budaya yang berbeda dari yang mereka bisa temui. Dalam hal itu, mereka bisa berinteraksi dengan penduduk, mengamati kehidupan sehari-hari mereka dan mengenal tradisi, bahasa, makanan, dan kebiasaan budaya yang unik.
Keadaan ini membantu peserta didik untuk mengembangkan toleransi, pemahaman, dan penghargaan terhadap perbedaan budaya. Dengan mengunjungi tempat-tempat dengan latar belakang budaya yang berbeda, peserta didik dapat melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda.
Di saat study tour di mulai, para siswa akan mengunjungi tempat-tempat seperti perusahaan, laboratorium, pabrik pengolahan hasil kebun, dan berbagai tempat edukatif yang lainnya. Hal tersebut dapat menembuhkan minat atau ketertarikan baru pada diri siswa.
Ketertarikan ini dapat membuat para murid yang tadinya tidak memiliki cita-cita dapat memiliki keinginan untuk menjadi sesuatu profesi di kemudian hari.
Study tour juga melibatkan interaksi dengan berbagai pihak, seperti pemandu wisata, penduduk setempat, dan sesama peserta study tour.
Para siswa diajak untuk berkomunikasi secara efektif, mengajukan pertanyaan, dan berbagi pengalaman satu sama lain.
Hal ini mampu untuk meningkatkan keterampilan komunikasi verbal dan non-verbal, serta bisa memperluas kosa kata dan pemahaman lintas budaya. (Hilal)